Bupati Batanghari Fadhil Arief Sempat Tercenung, dan Sampaikan Pesan Ini …
SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN – Ulah beberapa guru yang mengajar semaunya, menyebabkan memuncaknya kekesalan sejumlah siswa, hingga mem-viralkan kelakuan gurunya di media sosial.
Video 30 detik itu pun viral, dan dalam beberapa jam saja sekolah itu pun terkenal, bahkan guru-guru yang dituding dalam video itu pun menjadi target pencarian para netizen di negeri +62.
Berdasarkan penelusuran, video viral itu berpangkal pada saat siswa kembali masuk ke sekolah pasca-libur lebaran Idul Fitri sekira dua pekan yang lalu.
Berawal ketika seorang siswa terlambat datang ke sekolah pada Senin pagi, dan mendapatkan hukuman dari guru. Namun beberapa menit kemudian, ada pula seorang guru yang terburu-buru masuk gerbang sekolah karena terlambat. Tentu saja, kejadian ini mendapatkan protes dari kalangan siswa, namun dapat direda oleh guru lainnya.
Di hari yang sama, di kelas lain juga muncul kegaduhan, lantaran seorang guru tidak ada di kelas saat jam mengajar. “Ibu guru dak masuk karena sedang ikuti diklat”.
Kegusaran siswa memuncak ketika ada seorang guru mata pelajaran lainnya, yang memberikan hukuman kepada beberapa siswa yang terlambat datang ke sekolah. Betapa tidak, sekitar lima siswa yang telat itu, masing-masingnya harus membawa sekarung pupuk kandang pada esok harinya. Tidak itu saja, seorang siswa yang terlambat merasa iba hati, karena mendapatkan bahasa yang kasar dari oknum guru tersebut.
Akumulasi protes dari beberapa siswa dan siswi SMA negeri inilah, yang berujung pada konten video yang viral tersebut.
Video viral itu bernarasi protes terhadap guru dengan menggunakan mode klip ‘mana paten’ yang viral di tiktok, dan di akhir video dihebohkan dengan aksi joget para siswa.
“Guru kalian rajin?”
Tidak
Guru kalian kreatif?”
Tidak
Guru kalian baik hati?”
Tidak
Mana pateeeen…
Kayak kami laaaah….
Gurunya malas masuk kelas
Gurunya Sibuk Kegiatan di Luar
Gurunya Suka Marah-marah
Belajarnya ngebosaniiin…
Mahyudin, Kepala SMA yang belum lama dilantik sangat kaget, ketika mendapatkan kabar bahwa ada video viral tentang sekolah yang ia pimpin. Kemarahan kepala sekolah pun tersulut, dan memanggil semua guru. Rapat darurat pun digelar.
Namun yang terjadi, para oknum guru yang terseret namanya dalam video itu, bukannya menyadari kesalahan, malah mereka saling tuding dan saling menyalahkan satu sama lainnya.
Klimaksnya, seorang guru honorer, Santoso, bersuara keras untuk pertama kalinya sejak ia menjalani profesi sebagai guru di sekolah tersebut. Guru muda ini selama honor selalu dibebankan tugas oleh guru-guru yang ada di sekolah tersebut. “Saya kecewa dengan sekolah ini, padahal saya benar-benar berniat untuk memajukan sekolah kita ini. Tapi nyatanya kalau ada tugas selalu dilimpahkan semuanya pada saya,” ungkap Santoso meluahkan beban perasaan yang ditanggungnya selama ini.
Menyaksikan adegan ini, terlihat Bupati Batanghari, Mhd Fadhil Arief sesaat tercenung, seakan larut dalam akumulasi masalah yang ditumpahkan oleh seorang guru yang memerankan tokoh bernama Santoso. Beberapa orang guru yang menyaksikan drama parodi yang berlangsung di panggung serambi rumah dinas Bupati Batanghari, terlihat meneteskan air mata.

Kejadian di atas ternyata drama parodi yang pemerannya adalah guru-guru peserta Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan ke 9 Kabupaten Batanghari. Pementasan itu ditampilkan di hadapan Bupati Batanghari, Mhd Fadhil Arief, Kadis PDK Batanghari, Zulfadli yang didampingi Sekdis PDK Batanghari, Naswin serta sejumlah pejabat di lingkup Dinas PDK Provinsi Jambi, pengawas sekolah, para guru fasilitator dan puluhan guru peserta CGP dari angkatan 6 hingga angkatan 10.
Tingginya perhatian Bupati Batanghari, Mhd Fadhil Arief, dalam upayanya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Batanghari, satu di antaranya mendukung secara penuh terlaksananya acara panen hasil karya belajar pendidikan guru penggerak angkatan 9 Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi, Rabu (1/5/2024) sore.
Hadirnya Bupati Batanghari, Mhd Fadhil Arief di acara panen karya sekaligus menutup kegiatan CGP angkatan ke 9 tersebut, mendapatkan apresiasi dari para guru peserta CGP. Hal ini diungkapkan seorang guru CGP bersama Irwansyah, S.Pdi kepada suarakalangan.com, sesuai acara Festival Panen Hasil Belajar.
” Saya Calon Guru Penggerak angkatan 10 atas nama Irwansyah, S.Pd.i, Guru SD 55/1 sridadi, sangat mengapresiasi sekali atas fasilitas dan dukungan dari Bapak Bupati Batanghari. Kami dan rekan-rekan guru penggerak lainnya merasa sangat didukung untuk melakukan transformasi pendidikan merujuk pada konsep dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Perhatian penuh dari bupati membuat kami bangga dan merasa sangat dihargai untuk semangat lagi ikut andil dalam agen perubahan untuk dunia pendidikan di Kabupaten Batanghari,” ungkap Irwansyah.
Ia meyakini guru penggerak akan menjadi pendidik yang tangguh demi generasi masa depan di kabupaten tercinta Kabupaten Batanghari.
Saat memberikan kata sambutan sekaligus menutup acara, Bupati Batanghari, Mhd Fadhil Arief menyemangati dan mengapresiasi guru-guru peserta CGP di Kabupaten Batanghari. “Guru-guru peserta CGP adalah agen perubahan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Batanghari. Bapak ibu adalah orang yang mau meninggalkan zona nyaman demi mencapai tujuan mulia sebagai seorang guru,” ungkap Bupati Batanghari.
Sekira 20 menit bupati memberikan motivasi, narasi-narasi dukungan pemerintah di dunia pendidikan, serta nasihat yang begitu berarti bagi guru CGP. Acara diakhiri dengan momen foto bersama antara guru per angkatan dengan Bupati Batanghari.
Seperti momen foto bersama di acara-acara sebelumnya, tingginya antusias berfoto bersama bupati, membuat staf protokoler kewalahan. Lebih dari satu jam, bupati terlihat melayani para guru yang ingin mengabadikan momen menggunakan ponsel kameranya. (eso)






