Daerah  

Bukan Sekadar Balon: Ini Alasan Bupati Batang Hari Tegur Panitia Pelantikan PPPK

Bupati Batang Hari Tegur Panitia & Ungkap Kekesalan: Bukan Soal Balon, Tapi Soal Sikap & Integritas

 

SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN — Bukan hanya karena salah paham soal balon yang terlepas sebelum waktunya, kemarahan Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief pada pelantikan PPPK, Senin (14/7/2025), ternyata sudah terakumulasi sejak beberapa hari sebelumnya. Mulai dari keluhan peserta diminta hadir terlalu pagi, komunikasi panitia yang tidak peka, hingga kabar adanya peserta yang lolos meski tak memenuhi syarat, menjadi pemantik teguran keras dari bupati.

Di balik meriahnya pelantikan 1.077 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Batang Hari, Senin (14/7/2025), terselip nada tinggi dari Bupati Muhammad Fadhil Arief. Ia menegur panitia karena meminta peserta hadir terlalu pagi dan karena komunikasi yang kurang tepat saat sesi foto dan pelepasan balon.

BACA JUGA  Fadhil dan Bakhtiar Ikuti Gladi Jelang Pelantikan

Namun, menurut pengakuan salah seorang kepala dinas yang enggan disebutkan namanya, kemarahan bupati rupanya sudah terakumulasi sejak beberapa hari sebelum acara. Bupati dikabarkan menerima pengaduan dari kerabatnya sendiri, yang anaknya tidak lolos seleksi PPPK. Saat menanyakan alasannya, kepala dinas terkait menjelaskan bahwa yang bersangkutan belum genap dua tahun sebagai honorer — salah satu syarat penting seleksi.

Mendengar penjelasan itu, bupati justru mendukung keputusan panitia: “Kalau memang belum memenuhi syarat, jangan diloloskan, meskipun itu kerabat saya,” tegasnya kala itu.

Namun beberapa hari kemudian, tersiar kabar ada anak seorang pejabat lain yang masa honornya juga belum genap dua tahun, tetapi justru diloloskan sebagai PPPK. Inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kemarahan bupati terhadap panitia saat pelantikan.

Di acara pelantikan itu sendiri, bupati menegur panitia di depan peserta karena meminta mereka hadir terlalu pagi, pukul 06.30 WIB, padahal acara baru dimulai pukul 08.00 WIB. Lalu, saat sesi foto bersama, aba-aba MC yang dimaksudkan untuk mempersiapkan foto justru disalahartikan peserta sebagai tanda untuk melepas balon.

BACA JUGA  “Satu Kades Satu Suara”, Muscab APDESI Batang Hari Menuju Pertarungan Aturan

Kesalahpahaman itu pun dipelintir sebagian pihak dengan narasi seolah-olah bupati marah hanya karena insiden balon, bahkan disebut-sebut membatalkan pembagian SK PPPK. Padahal, pembagian SK memang sejak awal direncanakan diserahkan melalui masing-masing OPD, bukan secara serentak di lapangan.

Di akhir acara, bupati mengingatkan para PPPK untuk menjaga sikap, integritas, dan jangan mudah tergoda praktik yang merugikan diri sendiri, seperti narkoba, judi online, atau menyebarkan fitnah.

“Kalau kalian baik, pelayanan masyarakat akan baik. Kalau kalian bekerja dengan hati, kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” pesannya.

Pelantikan tetap berlangsung hingga selesai, diakhiri dengan doa bersama, pelepasan balon yang akhirnya terkoordinasi, dan foto bersama di kawasan Aek Meliuk, samping rumah dinas bupati. (eso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP