SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN – Sengketa batas lahan kembali memakan korban. Kali ini terjadi di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Mersam, Batang Hari, saat dua warga terlibat perkelahian. Tragisnya, seorang pria bernama Rustam Sibarani meregang nyawa akibat luka bacokan.
Percekcokan terkait batas lahan kebun kelapa sawit di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, berujung tragis. Seorang warga bernama Rustam Sibarani meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan seorang pria berinisial SP (52), pada Senin (4/8/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.
Awalnya, korban dan pelaku terlibat perselisihan di areal kebun sawit RT 18 Desa Bukit Harapan. Pertengkaran itu memanas hingga berujung baku hantam. Dalam kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius akibat sabetan benda tajam.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban menderita luka robek di telinga kiri, kepala sebelah kiri, rahang kiri, serta lecet di kaki. Korban sempat mendapat perawatan di Puskesmas Mersam dan akan dirujuk ke RS DKT Jambi. Namun, saat dalam perjalanan menuju Muara Bulian, korban dinyatakan meninggal dunia.
Menindaklanjuti laporan warga, Bhabinkamtibmas Desa Bukit Harapan Aipda Sigit Sudarso, bersama Unit Reskrim dan SPKT Polsek Mersam langsung bergerak ke lokasi. Pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB, polisi berhasil mengamankan SP yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.
Kapolsek Mersam membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Pelaku sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Kasus ini masih dalam penyelidikan, termasuk motif pasti terjadinya penganiayaan hingga menewaskan korban,” ujarnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.










