MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Lapas Kelas IIB Muara Bulian kian memanas. Di tengah sorotan publik dan rencana aksi unjuk rasa, Kepala Lapas M. Ilham Santoso Sahdani justru melontarkan pernyataan tegas: siap “menggulung” semua praktik ilegal jika terbukti terjadi.
Pernyataan itu disampaikan Ilham saat dikonfirmasi awak media, Senin (4/5/2026) malam, terkait beredarnya surat aksi dan informasi internal yang mengarah pada adanya pungli di dalam lapas, termasuk dugaan tarif penggunaan handphone bagi warga binaan.
“Wah, saya kaget juga mendapatkan informasi dari kawan media. Saya ucapkan terima kasih,” ujar Ilham.
Namun, keterkejutannya itu langsung diikuti sikap tegas. Ia meminta agar seluruh informasi dibuka terang agar bisa ditindak tanpa kompromi.
“Tolong informasinya, biar kita gulung semuanya,” tegasnya.
Ilham menegaskan, tidak akan ada perlindungan bagi siapapun yang terlibat. Ia memastikan penindakan akan dilakukan tanpa pandang bulu, baik terhadap warga binaan maupun oknum petugas di dalam lapas.
“Kita tindak tegas, tidak tebang pilih. Kalau ada, kita sikat. Saya bahkan siap ajak media cek langsung ke dalam,” katanya.
Di sisi lain, Ilham juga menyoroti rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar terkait isu tersebut. Ia mempertanyakan langkah tersebut, mengingat dirinya mengklaim terbuka terhadap kritik dan informasi.
“Saya terbuka, kenapa harus demo?” ucapnya.
Sebelumnya, dugaan pungli mencuat dari surat pemberitahuan aksi yang menyebut adanya praktik pungutan terkait fasilitas komunikasi di dalam lapas. Informasi itu juga diperkuat oleh percakapan internal yang beredar, yang mengindikasikan adanya tarif hingga jutaan rupiah bagi narapidana.
Kini, publik menanti pembuktian dari pernyataan tegas Kalapas: apakah dugaan pungli itu benar-benar akan “digulung”, atau justru menguap di tengah jalan. (*)










