Peta Politik Batang Hari Mulai Bergerak

Berakhirnya masa jabatan Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief pada 2030 nanti, menjadi titik balik penting dalam politik lokal. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, Batang Hari akan menghadapi kontestasi tanpa petahana, membuka ruang kompetisi yang lebih terbuka dan cair.

Meski Pilkada masih beberapa tahun lagi, dinamika politik sudah mulai terbaca. Sejumlah nama muncul dalam percakapan publik, baik dari kalangan eksekutif, legislatif, maupun tokoh yang memiliki pengalaman kontestasi sebelumnya.

 

Bakhtiar, Poros Eksekutif yang Paling Nyata

Sebagai Wakil Bupati Batang Hari dua periode, Bakhtiar berada pada posisi paling dekat dengan pusat kekuasaan daerah. Keberadaannya di pemerintahan hingga 2030 memberi keuntungan elektoral yang sulit diabaikan.

Meski belum ada pernyataan politik terbuka, intensitas kehadiran Bakhtiar di ruang publik kerap dibaca sebagai bagian dari proses konsolidasi jangka panjang. Di internal NasDem, namanya juga disebut sebagai salah satu aset terkuat partai untuk Batang Hari pasca-Fadhil.

BACA JUGA  Komisi III DPRD Batanghari Kunker ke Bungo

 

PKB dan Poros Erpan–Elpisina

Dari jalur partai, PKB menjadi salah satu kekuatan yang relatif siap. Erpan, Ketua DPC PKB Batang Hari yang kini duduk di DPRD Provinsi Jambi, memiliki kombinasi pengalaman birokrasi dan politik yang lengkap.

Pernah menjabat Sekda, Erpan memahami medan pemerintahan daerah secara teknis. Di level nasional, keberadaan Elpisina sebagai anggota DPR RI memperkuat posisi PKB Batang Hari. Sinergi pusat–daerah ini membuat PKB berpotensi tampil sebagai poros serius, baik dengan mengusung kader sendiri maupun membangun koalisi strategis.

 

Figur Provinsi dan Pengalaman Kontestasi

Nama Muhammad Hafiz Fattah, Ketua DPRD Provinsi Jambi, juga tak bisa dilepaskan dari pembicaraan. Dengan jabatan strategis di tingkat provinsi, Hafiz memiliki daya tawar tinggi dalam konfigurasi politik lokal, baik sebagai kandidat maupun penentu arah koalisi.

BACA JUGA  Animo Tinggi, Open Domino IKM Berpeluang Tambah Pool

Sementara itu, Firdaus Fattah dan Mahdan membawa pengalaman langsung dalam kontestasi pilkada sebelumnya. Pengalaman bertarung ini menjadikan keduanya tetap relevan, terutama sebagai figur yang memahami dinamika lapangan dan perilaku pemilih Batang Hari.

 

Arah PPP Pasca Fadhil

Meski Fadhil Arief tak lagi bisa maju, pengaruhnya di Batang Hari masih kuat. Posisi PPP ke depan akan sangat ditentukan oleh siapa yang mendapat kepercayaan dan dukungan politik dari figur sentral ini.

Ketua DPRD Batang Hari Rahmad Hasrofi disebut-sebut sebagai salah satu pengendali arah partai di tingkat lokal.

 

Kontestasi Masih Cair

Hingga saat ini, belum ada deklarasi resmi dari tokoh mana pun. Namun satu hal yang pasti, Pilkada Batang Hari 2029 tidak akan sepi peminat. Kontestasi diperkirakan berlangsung terbuka, dengan koalisi yang masih sangat cair dan dinamis.

BACA JUGA  Menjaga Independensi Polri di Tengah Wacana Restrukturisasi

Dalam situasi ini, publik Batang Hari akan dihadapkan pada pilihan-pilihan baru, sekaligus figur-figur lama dengan wajah dan strategi yang diperbarui. Masih ada sederet nama politisi atau tokoh yang diyakini memiliki kekuatan mendulang suara di kontestasi nanti. Entah berperan sebagai figur kandidat atau penyokong di basis massa. Pastinya keberadaan mereka bukan kaleng-kaleng.

Lima tahun ke depan akan menjadi fase penting untuk melihat siapa yang benar-benar siap, bukan sekadar disebut. (eso pamenan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP