MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Mesin politik Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Batang Hari, Ir. H. Erpan, ME, mulai dipanaskan.
Momentum itu terlihat saat Erpan bersama sejumlah jajaran pengurus PKB serta anggota DPRD Kabupaten Batang Hari mendatangi Kantor Kesbangpol dan KPU Kabupaten Batang Hari, Kamis (24/9/2026).
Kedatangan tersebut dalam rangka menyampaikan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC PKB Kabupaten Batang Hari periode 2026-2031 yang telah ditetapkan DPP PKB.
SK kepengurusan baru itu disampaikan kepada KPU, Bawaslu dan Kesbangpol sebagai bagian dari tertib administrasi sekaligus membangun koordinasi menghadapi agenda politik dan kepemiluan ke depan.
“Kepengurusan periode 2026-2031 sudah resmi ditetapkan oleh DPP PKB. Karena itu, SK tersebut kami sampaikan ke KPU, Bawaslu dan Kesbangpol Kabupaten Batang Hari,” ujar Erpan.
Namun, langkah tersebut tidak sekadar persoalan administrasi organisasi.
Dengan rentang kepengurusan baru hingga 2031, Erpan sekaligus mulai mengarahkan seluruh jajaran PKB Batang Hari untuk melakukan konsolidasi menghadapi Pemilu 2029.
“Dengan ditetapkannya pengurus DPC PKB Kabupaten Batang Hari 2026-2031, artinya seluruh jajaran dari DPC dan PAC kita diminta untuk menyiapkan diri dalam rangka menghadapi Pemilu 2029,” tegasnya.
Mesin Politik Mulai Dipanaskan
Bagi Erpan, politik bukan arena baru.
Sebelum terjun ke politik praktis, ia merupakan birokrat senior di lingkungan Pemkab Batang Hari. Kariernya pernah melewati sejumlah jabatan strategis, mulai dari kepala dinas, asisten hingga menduduki jabatan puncak birokrasi sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari.
Erpan kemudian memasuki arena politik elektoral.
Pada Pilkada Batang Hari 2010, ia maju sebagai calon Wakil Bupati berpasangan dengan Ir. Syahirsah, SY. Pasangan tersebut memperoleh 44.008 suara atau 33,19 persen dan kemudian mengajukan sengketa hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Permohonan tersebut ditolak MK pada 6 Desember 2010.
Kini, Erpan kembali berada di panggung politik Batang Hari. Selain dipercaya sebagai Ketua DPC PKB Batang Hari, ia juga duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi dari daerah pemilihan Batang Hari-Muaro Jambi.
Karena itu, langkah konsolidasi yang dimulai sejak 2026 tersebut menarik perhatian dalam peta politik Batang Hari.
Terlebih, Erpan sendiri sudah menyebut dua momentum politik sekaligus, yakni Pemilu 2029 dan pemilu daerah 2031.
“Untuk 2031, yang jelas Partai Kebangkitan Bangsa pasti menyiapkan kader terbaiknya,” katanya.
Pernyataan itu tentu belum bisa dimaknai sebagai deklarasi Erpan untuk maju dalam Pilkada 2031. Namun, secara politik, pembicaraan mengenai kader terbaik dan konsolidasi organisasi hingga 2031 membuat nama Erpan kembali menarik diperbincangkan.
Apalagi, Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 telah mengatur pemisahan pemilu nasional dan pemilu daerah. Pemilu nasional dilaksanakan pada 2029, sementara pemilu daerah berikutnya dilaksanakan pada 2031.
Artinya, 2029 dan 2031 kini menjadi dua tahapan politik yang mulai berada dalam radar partai-partai politik.
Dan PKB Batang Hari, di bawah kepemimpinan Erpan, tampaknya tidak ingin menunggu hingga tahun politik tiba.
Konsolidasi hingga Tingkat PAC
Erpan mengatakan, perubahan dalam kepengurusan DPC PKB periode 2026-2031 relatif tidak besar.
Sebagian pengurus lama, kata dia, memilih lebih berkonsentrasi pada bisnis maupun urusan pribadi.
“Sebagian kecil berubah. Ada teman-teman kita yang lama mungkin lebih mau berkonsentrasi pada kegiatan bisnis dan kegiatan pribadi. Kita memberikan ruang untuk mereka memilih jalan yang terbaik bagi pengembangan karier dan lain sebagainya,” jelasnya.
Sementara jajaran yang tetap berada dalam struktur partai diminta memperkuat konsolidasi.
Bukan hanya mempertahankan jaringan yang sudah ada, tetapi juga membuka jaringan-jaringan baru di tengah masyarakat.
“Kami sudah menyiapkan diri untuk menyongsong Pemilu 2029 dan juga pemilu lokal 2031,” katanya.
Erpan berharap seluruh jaringan PKB, mulai dari pengurus, simpatisan hingga konstituen tetap menjaga soliditas.
“Kami harap seluruh jaringan partai PKB Kabupaten Batang Hari, simpatisan dan konstituen, termasuk para caleg dan pengurus, tetap menyolidkan diri. Jaringan ini tetap utuh serta mengembangkan jaringan-jaringan baru untuk mengembangkan Partai Kebangkitan Bangsa,” ujarnya.
Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah konsolidasi PKB Batang Hari sejak 2026 merupakan starter mesin politik Erpan untuk kembali bertarung dalam kontestasi politik daerah?
Belum ada pernyataan resmi Erpan mengenai pencalonan dirinya pada Pilkada 2031.
Namun, rekam jejaknya membuat pertanyaan tersebut menjadi relevan.
Erpan pernah bertarung dalam Pilkada Batang Hari 2010. Kini, 16 tahun kemudian, ia kembali memegang kendali partai politik sekaligus memiliki kursi di DPRD Provinsi Jambi.
Sementara kepengurusan DPC PKB yang dipimpinnya memiliki masa bakti hingga 2031.
Jadi, apakah ini sekadar konsolidasi partai atau sekaligus langkah awal Erpan menyiapkan kendaraan politik menuju 2031?
Jawabannya tentu masih panjang.
Yang jelas, mesin PKB Batang Hari sudah mulai dinyalakan. Dan Erpan berada di kursi pengemudinya. (eso)






