Tarian Payo Bekarang Ramaikan Panen Karya di Rumah Adat Batanghari

Panen Raya Karya Sekolah Penggerak Kabupaten Batang Hari Tahun 2024

 

SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN –  Sejak Selasa (11/6/2024) pagi halaman komplek rumah adat Kabupaten Batanghari dipenuhi stand-stand pameran yang mengitari panggung utama. Stand-stand pameran itu merupakan perwajahan karya yang mewakili sekolah dari TK, SD hingga SMA di Kabupaten Batanghari.

Sekira pukul 09.00 Wib, Bupati Batanghari yang diwakili Sekretaris Daerah Batang Hari H. Muhammad Azan, membuka secara resmi “Panen Raya Karya Sekolah Penggerak Kabupaten Batang Hari, tahun 2024.

Pada kesempatan itu, sekda mengucapkan terima kasih  kepada seluruh Guru Penggerak yang telah menyiapkan acara ini sejak kemarin hingga saat ini. Kegiatan ini merupakan Implementasi para Guru Penggerak dari tingkat TK, SD,SMP dan SMA se-Kabupaten Batanghari dengan tema Bergerak Bersama  Membangun Negeri  Tercinta Batang Hari Tangguh dan Jambi Mantap.

Cukup menarik perhatian, saat momen acara pembukaan, sesuai sambutan sekda, anak-anak dari SDN 67 Muara Bulian menampilkan tari kreasi yaitu Tari Kreasi Payo Bekarang, yang mendapatkan apresiasi dari undangan yang hadir. Kegiatan dilanjutkan kunjungan ke stand peserta festival panen raya program sekolah penggerak  Angkatan II dan III Kabupaten Batanghari. Hingga siang, panen raya ini diramaikan dengan penampilan pagelaran pentas seni dari sekolah PSP Angkatan I, II dan III di Kabupaten Batanghari.

BACA JUGA  Sekda Batanghari Ambil Sumpah Pejabat

Turut Hadir Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi  Jambi yang diwakili Sujono,.S.Pd,M.Pd, Kepala BPMP Provinsi Jambi Eko Prasetyo, Kepala Dinas P & K Kabupaten Batanghari dan undangan lainnya.

Sekda menyampaikan, guru sebagai pelaku sekaligus penggerak pembangunan sumber daya manusia, memiliki peran dan tanggung jawab yang besar terutama dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur sekaligus unggul dalam bidangnya.

“Meski saat ini aktivitas pembelajaran dapat dilakukan melalui sarana teknologi yang memungkinkan terjadinya interaksi jarak jauh (daring), kehadiran seorang guru tidak serta merta dapat digantikan oleh perangkat teknologi itu, karena suri tauladan dalam proses pembelajaran formal, menjadi aspek penting bagi perkembangan karakter para siswa,” papar Sekda dalam sambutannya.

Guru yang baik adalah guru yang selalu mengikuti perkembangan zaman, guru yang mampu membawa peserta didiknya belajar dalam situasi yang nyaman dan menyenangkan.

BACA JUGA  Soal Pengadaan Laptop di Dinas PdK, 60 Orang Sudah Diperiksa Polda Jambi

“Keberadaan guru penggerak diharapkan menjadi pemimpin pendidikan masa depan yang mampu membawa kelahiran generasi yang unggul. Guru penggerak sebagai pemimpin dalam proses belajar mengajar harus dapat membantu perkembangan siswa/i secara menyeluruh, aktif dan proaktif juga harus dapat memotivasi guru lain untuk menerapkan pendekatan belajar yang berfokus pada siswa dan menjadi contoh agar perubahan dalam ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang ideal,” jelas bupati yang diwakili sekda.

“Saya sangat mengapreasi kegiatan Festival Panen Raya Karya Program Sekolah Penggerak yang dilaksanakan hari ini, karena peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu program prioritas yang digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Batanghari,” ucap Azan.

Pendidikan merupakan aset terbesar yang berperan dalam membangun karakter siswa dan siswi karena pendidikan yang berkualitas dengan lingkungan yang bersih, asri dan nyaman didukung oleh tenaga didik yang profesional serta sarana dan prasarana yang memadai akan menghasilkan anak didik yang berkarakter dan cerdas, disiplin, inovatif dan kompetitif.

BACA JUGA  Ketua DPRD Batanghari Saksikan Sekwan Ikuti Lomba Azan

“Mari kita kembangkan budaya sekolah yang menumbuhkan kemampuan untuk setiap siswa dan siswi, tak hanya pada aspek pembelajaran numerasi dan literasi dasar, namun perhatian pada aspek berfikir kritis, berkomunikasi dan berkreasi serta bekerjasama, karena siswa dan siswi akan berhadapan dengan tantangan yang berbeda dari generasi gurunya maka siswa dan siswi perlu mempersiapkan diri dengan kemampuan yang relevan pada tantangan zamannya nanti. Tentu ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” harap sekda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP