BreakingNews…!!! Parpol Besar di Batanghari Serahkan Rekom ke Fadhil Arief

Dr.Arfa'i,SH,MH, seorang Dosen Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (Unja)

– Dapat Dipastikan Fadhil Arief Lawan Kotak Kosong di Pilkada Batanghari

 

SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN – Beredar kabar sejak Ahad (25/8/2024) malam, sejumlah partai politik besar di Kabupaten Batanghari, akan menyerahkan rekomendasi parpol ke Fadhil Arief untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati Batanghari, di Pilkada Bupati Batanghari 2024-2029, di hari-hari terakhir menjelang masuknya jadwal pendaftaran bacalon ke KPU. Mesti belum terkonfirmasi ke masing-masing parpol, kabar bahwa hari ini, Fadhil Arief akan menerima rekomendasi, dan diusung oleh sejumlah parpol tersebut, telah diamini oleh kalangan terdekat Fadhil Arief. Parpol yang akan memberikan rekomendasi itu di antaranya PAN, PDIP, Partai Golkar, PKS, Partai Demokrat. Sementara itu, sebelumnya Partai Nasdem, PPP, PKB dan Gerindra sudah mengusulkan terlebih dahulu. “Iya, besok (hari ini-red) siang ada beberapa parpol yang menyerahkan rekomendasi,” ucap sumber terdekat Bupati Batanghari ini.

BACA JUGA  Jambi Masih Nomor Wahid, Kontingen Tuan Rumah Kokoh di Puncak Klasemen Kejurnas Karate GOKASI 2026

Menyimak perkembangan dinamika politik di Kabupaten Batanghari ini, dipastikan pasangan Fadhil Arief – Bakhtiar, sebagai petahana dipastikan akan melawan kotak kosong pada Pilkada Batanghari, November 2024 nanti.

Kondisi ini tentu kontradiktif dengan dinamika politik di Pilkada Provinsi Jambi, petahana ditengarai berupaya memborong partai politik, dengan tujuan menjegal kandidat lain untuk tidak bisa ikut kontestasi di Pilgub Jambi.

Nah, sejuknya suasana politik di Kabupaten Batanghari menjelang pilkada ini, ternyata menjadi perhatian kalangan akademisi. Hal ini diungkapkan Dr.Arfa’i,SH,MH, seorang Dosen Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (Unja). Dr Arfa’i merasakan keanehan dimensi politik di Batanghari. “Iya, jadi saya dari kemarin-kemarin berpikir, kalau bahasa saya itu, ke mana partai-partai besar berlabuh? Saya berpikir ke mana lawan yang lain? Nah ada perbedaan kalau di tingkat provinsi, petahana mengejar partai, kemudian di kabupaten lain ada yang borong partai atau mendapatkan partai untuk rekom. Cuma di Batanghari dinamikan itu tidak terjadi,” ungkap Dr.Arfa’i.

BACA JUGA  Kemana Arah Dukungan PKB di Pilbup Batanghari

Dosen FH Unja ini menilai, kondisi politik yang terjadi di Kabupaten Batanghari hari ini dikarenakan sang petahana bisa menjaga kondusivitas politik dengan elit-elit politik yang lain. “sehingga dinamika politik di Batanghari tidak gaduh,”ucap Dr. Arfa’i. (eso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP