HMI Murka, Bendera Organisasi Dilecehkan di UIN STS Jambi
SUARAKALANGAN.COM, JAMBI – Insiden kekerasan di UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi makin memanas. Setelah kader HMI menjadi korban pengeroyokan, beredar pula video yang memperlihatkan seorang oknum mahasiswa menginjak-injak bendera Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Aksi itu dinilai bukan sekadar provokasi, melainkan penghinaan serius terhadap marwah organisasi yang telah berjuang sejak masa kemerdekaan. Bendera HMI adalah simbol perjuangan, pengabdian, dan kehormatan kader di seluruh Indonesia. Menginjak bendera HMI sama saja dengan melecehkan harga diri ribuan kadernya.
Ketua Umum HMI Cabang Batang Hari, Salim Salikin, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelecehan terhadap bendera HMI adalah bentuk penghinaan yang tidak bisa ditoleransi.
“Ini bukan lagi soal kader yang dipukul. Ini soal simbol kehormatan HMI yang diinjak-injak. Kami tegaskan, pelaku harus diproses hukum seberat-beratnya!” tegas Salim dengan suara lantang.
HMI menilai tindakan ini bisa memicu konflik horizontal antar organisasi mahasiswa jika tidak segera ditangani. Karena itu, aparat penegak hukum diminta bergerak cepat, sementara pihak kampus wajib mengambil sikap tegas.
“Bendera HMI adalah simbol perjuangan. Menginjaknya sama saja menantang seluruh kader di negeri ini. Kami mengingatkan, jangan pernah main-main dengan marwah organisasi kami,” pungkas Salim. (eso)












