Daerah  

Dukungan Calon Ketua APDESI Mengerucut, Lobi Politik Kepala Desa Semakin Intens Jelang Muscab

MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Jelang Musyawarah Cabang (Muscab) APDESI Kabupaten Batang Hari yang akan berlangsung pada 29 Desember 2025, dinamika di kalangan kepala desa terus memanas. Selain polemik soal aturan dan sosialisasi yang sempat menjadi sorotan, kini muncul dukungan kristal dari satu kecamatan sekaligus indikasi aktivitas lobi-lobi politik yang semakin intens.

Senin (22/12/2025), redaksi mendapatkan informasi bahwa sejumlah kepala desa di Kecamatan Muara Bulian telah sepakat mendorong satu orang sebagai bakal calon Ketua APDESI Kabupaten Batang Hari. “Beberapa hari lalu kami sudah bertemu, dan telah bermufakat untuk mencalonkan beliau menjadi ketua APDESI,” ujar seorang kades kepada redaksi.

Identitas calon tersebut masih belum resmi diumumkan, namun dari beberapa sumber internal menyebutkan bahwa yang dimaksud kemungkinan besar adalah Kepala Desa Muaro Singoan — yang baru-baru ini desanya mendapatkan penghargaan tingkat Provinsi Jambi di bidang keterbukaan informasi publik. Kandidat ini hingga kini belum memberikan respons saat dikonfirmasi via WhatsApp.

BACA JUGA  Komisi III DPRD Batanghari Kunjungi DPRD Padang Pariaman

Fenomena ini muncul di tengah laporan lain yang mengungkap bahwa sejumlah kepala desa di Batang Hari sudah mulai “menggeliat melakukan lobi-lobi politik” menjelang Muscab mendatang, meskipun nama-nama calon belum dirilis secara luas. Menurut pemberitaan, para kades terlihat mulai menentukan sikap dan arah dukungan mereka, bahkan sambil berdiskusi santai di luar agenda formal Muscab.

Belum lama ini, sejumlah kades dari Kecamatan Pemayung, Bajubang, dan Mersam juga menyampaikan kritik melalui redaksi terkait proses Muscab yang dinilai minim sosialisasi dan kurang terbuka soal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) APDESI terbaru. Isu ini sempat memicu perdebatan soal hak suara dan keterlibatan aktif seluruh kepala desa.

BACA JUGA  Apa Itu Bully... Ini Reaksi Siswa SD Center Rengas Condong

Sementara itu, Sekretaris Panitia Muscab Dedi Rosadi sebelumnya menyatakan bahwa panitia telah menerima berbagai masukan dari kades dan akan dibahas dalam rapat internal panitia. Pernyataan ini dilontarkan setelah sejumlah kritik publik berkembang. Panitia juga berkomitmen menjalankan Muscab sesuai AD/ART yang berlaku.

Kondisi ini menggambarkan dua sisi dinamika Muscab APDESI Batang Hari: di satu sisi, legitimasinya diuji oleh tantangan transparansi dan komunikasi; di sisi lain, mekanisme elektoralnya mulai dipengaruhi oleh pergerakan politik akar rumput yang semakin tampak nyata.

Muscab APDESI kali ini bukan hanya tentang siapa yang akan menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga tentang bagaimana proses demokrasi internal organisasi ini dijalankan — apakah benar-benar mencerminkan suara seluruh kepala desa, atau lebih merupakan arena bagi lobi-lobi politik yang intens menjelang keputusan penting. (eso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP