SDN 84/1 Koto Boyo Menuai Kecaman Wali Murid, Setiap Siswa Bayar Uang Perpisahan Rp.680.000
SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN – Setiap siswa kelas 6 harus membayar uang Rp 680 ribu, yang dipatok pihak sekolah, membuat wali murid keberatan.
Hal ini dirasakan para wali murid di Sekolah Dasar Negeri 84/1 Desa Koto Boyo Kabupaten Batanghari yang memprotes kebijakan sekolah, terkait pungutan uang study tour dan perpisahan siswa.
Untuk menggelar acara itu, – pihak sekolah mematok uang biaya perpisahan tersebut, sebesar Rp.680.000 per Siswa.
Praktik dugaan pungli di Sekolah Dasar Negeri 84/1 Desa Koto Boyo, Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari, menuai protes dari para wali murid dan warga setempat.
“Kami tidak sanggup, kami orang yang dak mampu disuruh bayar 680 ribu, kemanolah kami nak nyarinyo bang, untuk makan bae payah kini,” keluh seorang wali murid.
Uang sebanyak itu, katanya,
untuk membeli selempang, beli kenang-kenangan guru serta uang rekreasi ke Kota Jambi, dalam waktu dekat ini.
“Rp 680 ribu tu rincianya 400 ribu untuk jalan jalan, 200 ribu untuk kenangan, 80 ribu salempang,” tutur Jusmaini, seorang wali murid.
Ironi, pihak sekolah juga membebankan biaya tersebut kepada seluruh siswa kelas 6, mestipun tidak ikut pergi jalan-jalan, semua diharuskan membayar sebanyak Rp 680 ribu.
Dari penuturan anak kelas 6, katanya, jika tidak membayar, pihak sekolah mengancam nilai dan kelulusan siswa kelas 6. Hal ini memaksa orang tua murid harus membayar demi masa depan anaknya.
Tentu saja, biaya yang dipatok ini sangat membebani orang tua yang tidak mampu.
“Saya dengar dari siswa kelas enam, mereka diancam langsung kepala sekolah untuk membayar uang iuran tersebut. Bila tidak nilai dan kelulusan siswa berada di tangan kepala sekolah,” jelasnya.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Batanghari sudah menegaskan, agar pihak sekolah tidak membebani wali murid yang memiliki keterbatasan ekonomi, apabila acara perpisahan harus dilakukan juga, bupati minta menerapkan sistem gotong royong, yang memiliki kemampuan ekonomi dapat mensubsidi ekonomi lemah.
“Jangan sampai acara perpisahan membebani ekonomi wali siswa yg tidak mampu,” ungkap Fadhil Arief belum lama ini.
Terkait acara perpisahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari, juga telah mengeluarkan Surat Edaran, agar kegiatan perpisahan dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. (eso)






