MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Di bawah kepemimpinan Kasat Pol PP Kabupaten Batang Hari, M. Ridwan Noor, S.E., M.E, geliat perubahan di tubuh Satpol PP semakin terasa. Tidak hanya pada penguatan personel di lapangan, namun juga pada sistem kerja, inovasi internal, hingga pendekatan preventif kepada masyarakat dan instansi.
Sejumlah terobosan yang dilakukan Ridwan Noor menjadi bukti keseriusan dalam membangun satuan yang responsif dan adaptif. Di antaranya pembentukan Praja Reaksi Cepat (PRC), Bimas, Humas, Intel, hingga grup WhatsApp penjaga malam yang terhubung lintas instansi.
PRC menjadi ujung tombak respons cepat. Setiap pengaduan masyarakat langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama.
“Apapun info pengaduan yang masuk, PRC bergerak dulu,” tegas Ridwan, saat diwawancarai Jumat petang (10/4/2026).
Sementara itu, pendekatan humanis dilakukan melalui tim Bimas, yang turun langsung ke tengah masyarakat, bahkan hingga ke kegiatan keagamaan. Dengan memanfaatkan personel berlatar belakang pesantren, pesan-pesan Perda disampaikan secara santun dan membumi.
“Ada juga anggota kita yang alumni pesantren, nah mereka yang kita majukan,” ujarnya.
Di sisi lain, penguatan citra dan komunikasi publik dilakukan oleh tim Humas, yang belakangan aktif memproduksi konten edukatif hingga viral di media sosial. Hal ini menjadi bagian dari strategi membangun kedekatan dengan masyarakat.
Tak hanya itu, langkah preventif juga diperkuat melalui pembentukan grup penjaga malam kantor se-Kabupaten Batang Hari. Setiap malam, kondisi lingkungan dilaporkan secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Jika terjadi sesuatu bisa cepat diketahui dan langsung dikoordinasikan dengan yang terdekat,” jelas Ridwan.
Inovasi lainnya yang cukup menarik perhatian adalah pembentukan Grup Srikandi, yang aktif mengingatkan masyarakat, khususnya kaum pria, untuk menunaikan shalat Jumat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Satpol PP tidak hanya hadir sebagai penegak Perda, tetapi juga sebagai penggerak nilai sosial dan keagamaan.
Tak berhenti di situ, penguatan disiplin internal juga dilakukan melalui himbauan resmi menjelang hari libur, sebagaimana tertuang dalam edaran Satpol PP Batang Hari. Dalam himbauan tersebut, seluruh personel dan instansi diingatkan untuk memastikan kondisi kantor tetap aman sebelum ditinggalkan, mulai dari:
Memastikan seluruh instalasi listrik dalam kondisi mati/off (AC, komputer, kompor, dan lainnya)
Mengecek pintu, jendela, dan ruangan dalam kondisi terkunci
Memastikan sistem pengawasan seperti CCTV berfungsi dengan baik
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi kebakaran, pencurian, maupun gangguan keamanan lainnya saat kantor kosong di akhir pekan.
Dengan kombinasi antara respons cepat, pendekatan humanis, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pengamanan, Satpol PP Batang Hari di bawah Ridwan Noor menunjukkan arah baru: hadir bukan hanya saat terjadi pelanggaran, tetapi juga sebagai garda depan pencegahan.
Di tengah dinamika tersebut, harapan masyarakat pun semakin nyata—pelayanan yang cepat, lingkungan yang aman, serta respons yang hadir bahkan untuk persoalan sederhana di lapangan. (eso)







