Aksi belasan petugas berseragam yang menyisir warung dan toko di kawasan Muara Bulian membuat warga terkejut. Razia itu ternyata untuk menyita ratusan kotak amal yang diduga dipakai sebagai sumber dana jaringan radikal.
SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN – Tim Satuan Tugas Anti Radikalisme yang terdiri dari Kesbangpol Batang Hari, TNI, Polri, Densus 88, BIN, Satpol PP, Kejaksaan, Dinsos, dan Kemenag Batang Hari, melakukan penyisiran ke sejumlah toko, warung, hingga rumah makan untuk menyita kotak wakaf/infaq yang diduga terkait jaringan radikalisme.
Pantauan redaksi, tim baru melakukan razia di kawasan Simpang Empat Rengas Condong, namun sudah berhasil mengamankan puluhan kotak infaq. Aksi ini sontak menarik perhatian warga sekitar, karena belasan petugas berseragam mendatangi sejumlah toko, sehingga membuat masyarakat dan pengguna jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman bertanya-tanya.
Para pelaku usaha yang tokonya dikunjungi awalnya mengaku kaget.
“Kaget juga bang, didatangi petugas berseragam. Seraso-raso ni kami ado salah,” ucap seorang pedagang.
Namun setelah mengetahui maksud kedatangan tim, para pedagang tampak lega dan mempersilakan petugas mengecek serta menyita kotak infaq yang diduga berasal dari lembaga yang terafiliasi dengan organisasi berpaham radikal, seperti Negara Islam Indonesia (NII).
Hasil pantauan di lapangan, sebagian besar kotak amal tersebut bertuliskan untuk yayasan pendidikan, pembangunan masjid, hingga santunan anak yatim. Namun, kuat dugaan dana dari kotak-kotak amal tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi garis keras yang dipimpin Panji Gumilang, pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu.
Hal ini dibenarkan oleh Zamhuri SE, Kabid Ekososbud Agama dan Ormas Kesbangpol Batang Hari.
“Kotak amal yang disita dari warung, rumah makan, tempat pangkas rambut, toko fotokopi, hingga kios-kios jumlahnya seratus lebih. Hari ini semuanya kita bawa ke kantor Kesbangpol Batang Hari,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu.
Zamhuri menambahkan, kotak amal yang telah diamankan akan dibahas bersama tim Satgas Anti Radikalisme, MUI, dan Baznas Kabupaten Batang Hari, untuk menentukan penyaluran dana yang terkumpul.
“Uang dari kotak amal ini nanti akan kita musyawarahkan, mau disumbangkan ke mana. Jumlah pastinya masih dalam proses penghitungan,” tambahnya.
Ia menegaskan, operasi ini akan terus berlanjut hingga ke seluruh kelurahan dan desa di Kabupaten Batang Hari.
“Tujuannya untuk memutus mata rantai keuangan jaringan NII yang diduga beroperasi di wilayah Batang Hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Satgas, Supri dari Densus 88, juga mengingatkan warga Muara Bulian dan Batang Hari pada umumnya untuk mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia. (eso)






