MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM — Serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Batang Hari yang berlangsung di Mapolres Batang Hari, Senin (12/1/2026), tidak sekadar seremoni. Usai prosesi adat Melayu dan pedang pora, Kapolres baru AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., langsung menghadapi sederet pertanyaan dari wartawan terkait sejumlah kasus pembunuhan yang belum terungkap di wilayah hukum Polres Batang Hari.
Dalam jumpa pers singkat usai Sertijab, AKBP Arya merespon pertanyaan wartawan mengenai perkembangan penyelidikan beberapa kasus serius yang sempat mengguncang publik, termasuk pembunuhan berantai dan kasus kematian yang belum menemukan titik terang.
“Kita sudah memetakan kasus-kasus yang selama ini belum terungkap,” kata Kapolres. “Saya sudah memerintahkan Kasat Reskrim untuk menggelar rapat koordinasi internal, termasuk mengevaluasi langkah penyidikan dan dukungan sumber daya yang diperlukan.”
Selain itu, Kapolres juga menyampaikan fokus penanganan persoalan lain, seperti kemacetan akibat angkutan batu bara, dengan memerintahkan Kasat Lantas untuk menyiapkan strategi penanganan terpadu.
Sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik di Batang Hari termasuk:
Kasus Erlances Pakpahan (42) dan Eva Sibatuara (31): pasangan suami-istri yang ditemukan tewas bersimbah darah di RT 45 Dusun Tanjung Mandiri, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, pada Kamis (25/9/2025). Kasus ini sempat menjadi perhatian media karena motif dan pelakunya belum dipastikan hingga kini. (Sumber: Suarakalangan.com)
Kasus Sifa: seorang gadis yang tubuhnya ditemukan mengapung di lubang galian batu bata di Paal 6, Kampung Baru, Muara Tembesi pada Selasa (27/2/2024). Ia sempat dilaporkan hilang sebelum ditemukan tewas dengan luka di punggung dan hasil autopsi yang menguatkan dugaan pembunuhan. (Sumber: Suarakalangan.com)
Kasus Eka Safari (32): pembunuhan yang terjadi pada 2014 dengan terduga pelaku dikenal bernama Samsuri, warga Desa Pematang Lima. Kasus ini juga belum sepenuhnya tuntas secara hukum hingga saat ini. (Sumber: Republika)
“Tentu kita akan bekerja secara profesional dan transparan demi kepastian hukum untuk keluarga korban dan masyarakat,” tegas Kapolres.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap memberikan dukungan informasi kepada polisi, sehingga proses penyelidikan dapat berjalan efektif.
Sertijab Kapolres Batang Hari sendiri berjalan lancar dengan prosesi adat Melayu dan tradisi pedang pora, menandai transisi kepemimpinan dari AKBP Handoyo Yudhy Santosa, S.I.K., M.I.K. kepada Kapolres baru. Acara ini juga diwarnai sambutan hangat dari warga dan personel, termasuk momen penyambutan anak-anak dengan tarian Sekapur Sirih serta penghormatan kepada Kapolres lama. (eso)






