MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Unsur TNI menegaskan sikap tegas namun menyejukkan dalam menyikapi sengketa lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) di Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari.
Dalam rapat bersama yang digelar di teras Masjid Al Munawarah Desa Batin, Danramil yang hadir bersama Babinsa memberikan pengarahan kepada seluruh pihak agar persoalan lahan tidak diselesaikan dengan emosi, melainkan melalui mekanisme musyawarah dan proses resmi.
Dalam arahannya, Danramil menekankan prinsip dasar bahwa program pembangunan desa, termasuk Kopdes Merah Putih, merupakan program yang baik dan perlu didukung. Namun, pembangunan tersebut tidak boleh dilakukan di atas lahan yang masih bermasalah atau berpotensi menimbulkan konflik sosial.
“Program boleh jalan, tapi jangan dibangun di atas konflik,” menjadi prinsip yang ditekankan dalam pengarahan tersebut.
Menurut Danramil, apabila suatu lokasi masih menyisakan persoalan batas atau kepemilikan lahan, maka lebih baik dicarikan alternatif lokasi lain yang tidak bermasalah. Hal ini dinilai lebih aman demi menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
Pendekatan yang disampaikan TNI tersebut mendapat respons positif dari warga dan ahli waris yang hadir. Mereka menilai sikap TNI menunjukkan keberpihakan pada stabilitas dan keadilan, bukan tekanan kepada masyarakat.
Danramil juga mengingatkan agar seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan sepihak selama proses verifikasi dan mediasi masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus diserahkan kepada jalur administrasi dan hukum yang berlaku.
Sikap tegas namun menenangkan yang ditunjukkan TNI menjadi sinyal kuat kehadiran negara dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keadilan sosial. Dengan prinsip tidak membangun di atas konflik, diharapkan penyelesaian sengketa lahan Kopdes Merah Putih Desa Batin dapat berjalan damai dan berkeadilan bagi semua pihak. (eso)






