PEMAYUNG, SUARAKALANGAN.COM — Ketua Bundo Kanduang IKM Kabupaten Batang Hari, dr. Elfi Yeni, menegaskan kesiapan Bundo Kanduang untuk bersinergi dengan Ikatan Keluarga Minang (IKM) dalam menjaga adat, budaya, dan kesejahteraan masyarakat Minangkabau di perantauan.
Hal tersebut disampaikannya dalam musyawarah pembentukan DPC IKM Kecamatan Pemayung yang digelar di kediaman Pak Zen, Kelurahan Jembatan Mas, Kecamatan Pemayung.
Menurut dr. Elfi, keberadaan IKM menjadi wadah penting bagi masyarakat Minang yang telah lama merantau, sebagai pengobat kerinduan akan kampung halaman, sekaligus sarana menjaga falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa Bundo Kanduang hadir untuk memperkuat peran perempuan Minangkabau sesuai tatanan adat dan budaya, sekaligus meningkatkan pemahaman adat, agama, dan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
“Bundo Kanduang bukan hanya soal adat, tetapi juga tentang kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual perempuan Minang, termasuk bagaimana perempuan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
dr. Elfi juga menyoroti peran besar perempuan Minang dalam sektor UMKM, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga usaha rumah tangga. Melalui Bundo Kanduang, telah dibentuk lapak bersama di grup WhatsApp yang dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan transaksi antar anggota.
Ke depan, Bundo Kanduang Kabupaten Batang Hari merencanakan pertemuan rutin yang tidak hanya bersifat silaturahmi, tetapi juga diisi dengan penyuluhan adat, budaya, kesehatan, serta pelatihan keterampilan.
“Kami siap berkoordinasi dan bersinergi dengan IKM di semua tingkatan, agar organisasi ini benar-benar memberi manfaat bagi urang awak di perantauan,” tutup dr. Elfi. (eso)






