Di Bawah Pedang Pora dan Irama Adat, Kapolres Baru Disambut Senyum Anak-anak Batang Hari

Di halaman Mapolres Batang Hari, Senin pagi itu (12/1/2026), suasana terasa berbeda. Derap langkah pasukan kehormatan dan kilau pedang pora berpadu dengan irama musik dan tarian adat. Namun, justru dua anak kecil di depan gerbang yang menjadi pusat perhatian.

Dengan busana tradisional Melayu, mereka berdiri tegap, memegang karangan bunga, menanti kedatangan sosok baru yang akan memimpin Polres Batang Hari: AKBP Arya Tesa Brahmana.

Begitu Kapolres baru dan istrinya melangkah turun, kedua anak itu maju perlahan. Bunga dikalungkan. Senyum merekah. Dan sebuah momen kecil terjadi:

AKBP Arya berjongkok, menatap mata mereka, dan menyapa dengan lembut.

Di tengah seremoni resmi dan disiplin barisan, gestur sederhana itu terasa begitu manusiawi.

BACA JUGA  Reses di Maro Sebo Ilir, Adison Serap Aspirasi Masyarakat

Tak lama kemudian, tarian Sekapur Sirih mengalun, mengiringi langkah Kapolres baru memasuki lingkungan Polres. Dalam tradisi Melayu Batang Hari, ia tak hanya datang sebagai pejabat, tetapi sebagai tamu kehormatan yang diterima secara adat — bahkan kini menyandang gelar Datuk Panglimo Alam.

Di sisi lain, AKBP Handoyo Yudhy Santosa dan istrinya berdiri menyaksikan. Ada senyum, ada mata yang berkaca-kaca. Di sela acara, keduanya sempat berfoto berdua — sebuah potret sederhana, seolah merekam perpisahan setelah sekian waktu mengabdi di Batang Hari.

Saat lagu mars kepolisian mengalun, sang istri Kapolres lama terlihat memainkan jemarinya mengikuti irama, perlahan, nyaris tak disadari — sebuah kebiasaan kecil yang menyingkap rasa haru.

BACA JUGA  Rakerkab KONI Batang Hari 2025 Resmi Digelar, Satukan Langkah Menuju “Batang Hari Super Tangguh”

Pelukan demi pelukan datang dari para personel. Ada yang menepuk bahu, ada yang memeluk erat, seakan enggan melepas. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi ikatan emosional yang terbangun tak bisa begitu saja terputus.

Di pagi itu, di bawah kibaran merah putih dan pedang pora yang terangkat, Batang Hari bukan hanya menyambut Kapolres baru. Ia juga melepas Kapolres lama — dengan hormat, dengan hangat, dan dengan kenangan. (eso pamenan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP