MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Aulia Muara Bulian menggelar Wisuda Tahfidz untuk jenjang TKIT, SDIT, hingga SMPIT. Acara berlangsung di Gedung Pemuda Muara Bulian, Senin (9/2/2026) pagi.
Sebanyak 139 orang wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda tahfidz yang berlangsung khidmat dan penuh haru.
Kedatangan Bupati Batang Hari, Fadhil Arief, didampingi istri Zulva Fadhil, tidak sekadar hadir sebagai kepala daerah. Lebih istimewa, kedatangan keduanya juga dalam kapasitas sebagai wali murid, karena putrinya turut mengikuti wisuda tahfidz.
Momen Wisuda Tahfidz di SDIT Aulia Muara Bulian
Salah satu wisudawati yang mencuri perhatian adalah Humaira, putri Fadhil Arief dan Zulva Fadhil, yang diwisuda sebagai Hafidzah Juz 30.
Dalam sambutannya, Fadhil Arief menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga membangun karakter dan akhlak.
“Pendidikan adalah hal yang paling utama. Anak-anak kita tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga harus memiliki hati dan akhlak,” kata Fadhil Arief.
Ketua panitia, Ustadz Sarbani, S.Pd., menyampaikan bahwa para peserta telah mengikuti pembinaan selama sekitar satu bulan setengah, sebelum menjalani ujian hafalan. Menurutnya, ujian tersebut menjadi bagian penting dalam melatih anak-anak menghadapi tantangan dan ujian yang lebih besar di masa depan.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar terus mendampingi anak-anak dalam menjaga hafalan di rumah, serta menjadikan keluarga sebagai keluarga yang mencintai Al-Qur’an.
Pada kesempatan itu, Ustadz Haryanto Al-Fajri turut memberikan tausiyah. Ia menekankan bahwa yang paling luar biasa bukan hanya menghafal, tetapi juga menjaga hafalan Al-Qur’an.
“Yang luar biasa bukan hanya menghafal, tetapi mempertahankan hafalan itu. Menghafal Al-Qur’an bukan berarti harus sangat cerdas, namun membutuhkan kesungguhan dan istiqamah,” ujarnya.
Acara wisuda tahfidz ini menjadi bentuk apresiasi bagi para peserta didik yang telah menyelesaikan hafalan, sekaligus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus dekat dengan Al-Qur’an. (eso)






