MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Meski senyap dari pemberitaan, kepengurusan APDESI Kabupaten Batang Hari rupanya telah berakhir. Masa jabatan pengurus sebelumnya dinyatakan demisioner sejak November 2025. Kekosongan itu kini mulai diisi dengan pembentukan panitia Musyawarah Kabupaten (Muscab) yang akan memilih ketua baru.
Panitia pemilihan telah terbentuk dengan susunan inti: Mansyur, Kades Danau Embat sebagai ketua merangkap koordinator Seksi Humas; Sutiono, Kades Pelayangan Tembesi sebagai wakil sekaligus koordinator Seksi Acara; Dedi Rosadi, Kades Napal Sisik sebagai sekretaris merangkap koordinator Seksi Kesekretariatan; serta Neti Haryani, Kades Kembang Tanjung sebagai bendahara dan koordinator Seksi Konsumsi. Dewan Pengarah ditempati oleh Nurul Hilal dan Muhammad Ihsan.
Muscab APDESI Merah Putih dijadwalkan digelar pada 29 Desember 2025. Panitia juga telah menetapkan struktur seksi-seksi pendukung, termasuk Seksi Konsumsi yang beranggotakan Surya, Kitmir, dan Azwar.
Sementara itu, posisi Ketua APDESI Kabupaten Batang Hari dipastikan akan diisi wajah baru. Ketua sebelumnya, Nurul Hilal (Kades Kehidupan Baru SP V, Kecamatan MSI), disebut tidak mencalonkan diri. Informasi yang berkembang menyebutkan ada tiga calon yang telah bersiap ikut bursa, namun panitia masih enggan membuka identitasnya.
“Siapa saja kades yang akan mencalonkan diri, nanti di arena musyawarah akan ketahuan,” kata Dedi, sekretaris panitia saat dikonfirmasi Jumat (12/12/2025).
Dedi menjelaskan, total suara yang memiliki hak pilih berjumlah 9 suara, terdiri dari 8 suara Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) dan 1 suara dari DPD Provinsi. Pemilihan ketua nantinya diupayakan melalui musyawarah mufakat. “Kalau tidak memungkinkan, barulah dilakukan voting,” ujarnya.
APDESI Butuh Pemimpin Andal
Taruhannya Bukan Sekadar Kursi, tapi Arah Pembangunan Desa
APDESI bukanlah organisasi kaleng-kaleng jika dipimpin oleh figur yang andal. Organisasi ini bukan hanya wadah para kepala desa, tetapi juga penentu denyut kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di tingkat akar rumput.
Di bidang sosial, APDESI memiliki posisi untuk mendorong kolaborasi antar-desa, memperkuat solidaritas, dan mengawal layanan dasar masyarakat agar tetap adil dan merata. Pemimpin yang kuat dapat memastikan bahwa kebijakan desa tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan selaras dengan kebutuhan warga dan perkembangan zaman.
Dalam aspek ekonomi, APDESI bahkan memegang peran strategis. Pengelolaan Dana Desa, penguatan BUMDes, hingga kerja sama dengan pihak swasta tidak akan berjalan optimal tanpa koordinasi yang rapi. Ketua APDESI yang visioner dapat menjadi jembatan antara desa dan sumber investasi, fasilitator inovasi ekonomi desa, serta penjaga agar tata kelola anggaran tidak lepas dari prinsip transparansi.
Sementara dalam politik, APDESI adalah representasi kuat dari kekuatan pemerintahan terbawah yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Pemimpin organisasi ini dapat menjadi pengimbang pemerintah daerah, sekaligus penyuara aspirasi desa terkait zonasi lahan, kebijakan pertanian, infrastruktur, hingga konflik kebijakan yang bersinggungan dengan kepentingan rakyat kecil. Di tangan pemimpin yang cakap, APDESI menjadi kekuatan politik yang elegan, kritis, dan konstruktif.
Karena itu, Muscab APDESI Kabupaten Batang Hari akhir tahun ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Ia adalah momentum menentukan arah pembangunan desa ke depan. Figur yang terpilih nanti akan bukan hanya memimpin rapat atau seremonial, tetapi juga membawa konsekuensi besar terhadap arah pengembangan 110 desa lebih di kabupaten ini.
APDESI akan dihormati bila dipimpin sosok yang kuat, bersih, dan berani—seorang pemimpin yang mampu menerjemahkan suara desa menjadi kebijakan yang berpihak pada masyarakat. (eso)






