Kepsek SMAN 2 Batang Hari Tegaskan Tidak Ada Penyimpangan Dana Revitalisasi

MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM — Kepala SMAN 2 Batang Hari, Arief Rahman, memberikan klarifikasi atas berkembangnya informasi yang menimbulkan kesalahpahaman terkait pelaksanaan proyek revitalisasi pembangunan sekolah yang bersumber dari Dana Revitalisasi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Arief Rahman menegaskan bahwa seluruh proses pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan dan tidak terdapat penyalahgunaan dana sebagaimana isu yang beredar.
Ia menjelaskan, Ketua Komite Sekolah yang juga ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pembangunan telah memiliki Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan disetujui oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam kapasitas tersebut, ketua panitia memiliki tugas melakukan pengawasan dan koordinasi pembangunan, bukan sebagai pengelola dana revitalisasi.

BACA JUGA  Pengawas YPI: Stabilitas Akademik Lebih Penting dari Dinamika Jabatan

Terkait kebutuhan mendesak pembayaran material bangunan seperti konsen, daun pintu, dan jendela, Arief Rahman menyebutkan bahwa pada saat itu dana revitalisasi masih menunggu tahap pencairan berikutnya, sehingga belum tersedia dana kas.

“Dalam kondisi tersebut, bendahara sekolah membantu sementara dengan dana pribadi, bukan dari dana revitalisasi,” jelas Arief Rahman.

Ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan berasal dari rekening BNI yang digunakan untuk penyaluran dana revitalisasi dari Kementerian, melainkan dari rekening pribadi bendahara di Bank 9 Jambi. Dana pribadi itu kemudian telah dikembalikan secara langsung, dan pengembalian tersebut dapat dibuktikan.
Arief Rahman juga meluruskan informasi terkait isu peminjaman dana untuk kepentingan pribadi.

“Memang sempat ada pembicaraan soal kebutuhan pribadi, namun saya menolak secara tegas. Saya hanya menyampaikan bahwa jika ada bantuan, itu harus bukan dari dana revitalisasi, dan keputusan sepenuhnya berada pada bendahara secara pribadi,” ujarnya.

BACA JUGA  Fadhil Arief Bupati dengan Segudang Prestasi

Ia mengaku baru mengetahui secara rinci alur bantuan dana pribadi tersebut setelah mendapat penjelasan lengkap dari bendahara sekolah, dan memastikan tidak ada pelanggaran administrasi maupun penyimpangan anggaran negara dalam proses tersebut.
Arief Rahman menyayangkan munculnya informasi yang berkembang tanpa klarifikasi menyeluruh, sehingga menimbulkan persepsi keliru dan berpotensi merugikan pihak-pihak tertentu.

“Saya berharap semua pihak mengedepankan asas kehati-hatian, objektivitas, dan klarifikasi berimbang agar dunia pendidikan tidak terganggu oleh kesalahpahaman,” pungkasnya. (eso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP