Tangisan dan teriakan histeris pecah di tengah kobaran api yang melahap Pasar Payakumbuh Blok Barat. Dalam sekejap, lapak-lapak yang selama ini menjadi sumber nafkah berubah menjadi abu. Ratusan pedagang hanya bisa menyaksikan barang dagangannya hangus tanpa daya.
SUARAKALANGAN.COM, PAYAKUMBUH – Tangisan dan teriakan histeris pecah di tengah kobaran api yang melahap Pasar Payakumbuh Blok Barat, Selasa (26/8/2025) dini hari. Dalam hitungan jam, ratusan toko, kios, dan lapak pedagang yang selama ini menjadi sumber nafkah berubah menjadi abu. Data sementara mencatat 380 unit toko terbakar, sementara kerugian pedagang ditaksir mencapai Rp 150 miliar.
Api Mengamuk Sejak Pagi Buta
Laporan pertama kebakaran masuk ke Pos Pemadam Kebakaran pada pukul 05.06 WIB. Hanya satu menit kemudian, unit pemadam tiba di lokasi. Namun, cepatnya respons petugas tak mampu menghentikan ganasnya api yang sudah menjalar luas. Setelah hampir sepuluh jam berjibaku, barulah pada pukul 15.05 WIB, kondisi dinyatakan terkendali.
Saksi mata menyebut, api terlihat pertama kali dari bagian barat pasar, disertai kepulan asap tebal. Tak butuh lama, si jago merah merembet ke kios-kios di lantai satu dan dua. Kepanikan pun melanda pedagang yang berusaha menyelamatkan barang dagangan, namun mayoritas tak sempat berbuat banyak.
Kerugian Ratusan Miliar, Tekstil Paling Parah
Kebakaran meluluhlantakkan 211 unit toko di lantai 1, 104 unit toko di lantai 2, serta 132 lapak pedagang kaki lima. Hampir seluruh area terbakar habis. Kerugian infrastruktur ditaksir mencapai Rp 40 miliar, sedangkan kerugian pedagang, khususnya sektor tekstil, ditaksir menembus Rp 150 miliar.
Sebanyak 60 persen aset dinyatakan musnah, sementara hanya 40 persen yang masih dapat diselamatkan. “Api menjalar begitu cepat, hampir semua toko tekstil tidak ada yang tersisa,” ungkap seorang pedagang dengan nada getir.
Petugas dan Relawan Jadi Korban Luka
Dalam upaya pemadaman, sejumlah petugas dan relawan turut menjadi korban. Seorang anggota TNI mengalami luka di kening dan hidung akibat tertimpa kayu. Relawan PMI dan BPBD juga mengalami luka robek terkena serpihan kaca. Sementara seorang petugas pemadam harus mendapat perawatan setelah terkena semburan air panas di pundak hingga punggung.
Meski begitu, seluruh korban luka berhasil ditangani oleh tim medis.
Meski begitu, seluruh korban luka berhasil ditangani oleh tim medis di lokasi. Tidak ada laporan korban jiwa hingga berita ini diturunkan.
Duka dan Harapan dari Abu Pasar
Asap hitam yang sempat membumbung tinggi kini perlahan menghilang, menyisakan puing dan bara yang masih mengepul. Pasar Payakumbuh memang hancur, namun tidak dengan semangat warganya. Para pedagang berharap pemerintah segera hadir memberi solusi, agar denyut ekonomi kembali berputar.
“Tidak ada yang bisa kami selamatkan, semua habis terbakar,” ujar seorang pedagang dengan mata berkaca-kaca. Meski pilu, ia yakin dari abu yang tersisa, semangat untuk bangkit akan kembali menyala. (eso)










