MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM –
Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief melakukan evaluasi terhadap peran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) dan para dai dalam penyampaian pesan keagamaan kepada masyarakat. Evaluasi tersebut disampaikannya saat kegiatan doa bersama menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026 di Serambi Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Rabu (31/12/2025) sore.
Di hadapan ratusan masyarakat, tokoh agama, dan pejabat daerah, Bupati Fadhil mempertanyakan efektivitas alur penyampaian pesan pemerintah yang bersifat ajakan kebaikan, mulai dari pemerintah daerah, Kabag Kesra, hingga dai dan pengurus masjid.
Menurutnya, terdapat sejumlah kemungkinan yang perlu dievaluasi bersama, apakah pesan tersebut tidak sampai, sudah sampai namun tidak disampaikan, atau dianggap tidak penting sehingga diabaikan.
“Yang ingin kita pastikan adalah, pesan kebaikan itu benar-benar sampai ke umat. Kalau tidak sampai, berarti ada yang perlu kita benahi bersama,” ujar Fadhil.
Bupati menegaskan bahwa kritik tersebut bukan untuk menyalahkan individu atau lembaga tertentu, melainkan sebagai bentuk introspeksi agar fungsi pembinaan umat melalui dakwah dan kegiatan keagamaan dapat berjalan lebih efektif.
Ia juga menekankan bahwa menyampaikan kebaikan tidak perlu takut menyinggung pihak tertentu. Menurutnya, saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, baik bagi pejabat maupun dai.
“Kalau kita takut menyampaikan yang benar hanya karena khawatir menyinggung, maka pesan kebaikan itu tidak akan pernah sampai,” tegasnya.
Kegiatan doa bersama tersebut turut diisi dengan tausiah oleh Ustadz H. Bustomi yang menguatkan pesan refleksi dan evaluasi diri menjelang pergantian tahun. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar Kabupaten Batang Hari senantiasa diberi keberkahan dan keselamatan di tahun mendatang. (eso)










