Bupati Sebut Ciri-ciri Stunting Itu Sibuk Menyalahkan Orang Lain

 

Targetkan Angka Stunting di Batanghari Turun di 4 Persen Tahun Ini

SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN – Gerakan emak-emak di Kabupaten Batanghari yang tergabung dalam organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, turut berperan besar dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Batanghari.

 

Buktinya, pada posisi survey terbaru, angka stunting di Kabupaten Batanghari dari 26,3 persen di awal pemerintahan Fadhil – Bakhtiar, di tahun 2023 ini turun menjadi 10,01 persen. “Ini luar biasa bapak-ibu, sudah di bawah angka rata-rata nasional. Target Pak Jokowi itu sebelum masa jabatannya berakhir, angka stunting nasional 14 persen, nah di Kabupaten Batanghari sudah mencapai 10 persen,” ungkap Bupati Batanghari, Fadhil Arief yang disambut gemuruh tepuk tangan yang hadir.

Bupati Batanghari, Fadhil Arief saat memberikan kata sambutan

Keberhasilan ini disampaikan Bupati Batanghari, Mhd Fadhil Arief, di acara silaturahmi dan Halal bi Halal seluruh ibu-ibu PKK yang tergabung di tingkat kabupaten, kecamatan hingga di tingkat desa/kelurahan se Kabupaten Batanghari, Rabu (8/5/2024).

BACA JUGA  Bupati Batang Hari: Menjadi ASN Adalah Amanah dan Amal Jariyah

 

Bupati Batanghari, Mhd. Fadhil Arief mengajak kader-kader PKK untuk terus berjuang menurunkan angka stunting di Kabupaten Batanghari. “Kita yakin di tahun ini kalau kita kerja keras terus, mudah-mudahan turun di angka 4 persen,” harap Fadhil Arief.

 

 

 

Kata bupati, stunting bukan hanya badan yang pendek, tapi otak yang berkembang tidak baik. “Mengapa stunting ini berbahaya, karena anak yang mengalami stunting akan menjadi beban. Beban bagi keluarga, beban bagi masyarakat dan beban bagi negara. Dia tidak bisa menjadi anak yang mandiri, tergantung dengan keluarganya,” jelas bupati.

 

Bupati Batanghari mendefenisikan stunting dengan ciri-ciri sebagai berikut. Pertama orang stunting ciri-cirinya selalu menyalahkan orang lain atas keadaan dirinya. “Sibuk menyalahkan orang lain saja, tak pernah melakukan intropeksi diri, berpikir negatif, mudah su’udzon, salah sangka dengan orang. Orang lagi sakit gigi atau lagi pening kepalanya lewat di depannya tidak negur, lantas dibilang sombong. Yaa.. orang lagi sakit gigi gimana mau negur kita, ya kan,” ungkap bupati menjelaskan seraya berseloroh.

BACA JUGA  Saksikan MTQ di Tembesi, Ketua DPRD Semoga Tahun Mendatang Dapat Lebih Meriah

 

Ciri lainnya, orang stunting merasa paling hebat, paling kaya. “Dio meraso paling padek, padahal dio dak padek. Setiap orang yang meraso paling padek, pasti dak padek amat. Mano ado orang padek, orang beriman, ngaku beriman, dak ado. Contoh lainnyo, Billgate, kayo tapi dak do ngaku kayo,” ucap bupati dengan tutur khas logat Batanghari

 

Stunting lanjut bupati, bukan hanya diukur dari kemampuan ekonomi saja, karena banyak orang yang ekonominya bagus tapi anaknya stunting. Kenapa? Dia bukan berdaya, kurang pengetahuan, sehingga dia tidak tahu makanan bergizi itu belum tentu mahal. “Kalau makan daging terus tanpa makan sayur, bisa stunting juga, karena tidak ada asupan gizi yang lain,” tukas bupati saat acara halal bi halal bersama ibu-ibu PKK di Serambi Rumah Dinas Bupati Batanghari, yang juga dihadiri Ketua TP PKK Batanghari, Zulva dan Ketua GOW Batanghari, Hj Nurani. (eso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP