SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN — Disiplin tampaknya hanya jadi jargon kosong bagi sebagian pegawai negeri di Kabupaten Batang Hari. Usai mengikuti apel pagi yang dipimpin langsung oleh Bupati pada Senin (21/7/2025), bukannya kembali ke kantor untuk bekerja, mereka justru bergerombol di warung, bercanda, dan membuang-buang waktu.
Pantauan di lapangan sekitar pukul 09.23 WIB menunjukkan sekelompok ASN masih asyik duduk-duduk di sebuah warung makan, lebih dari satu jam setelah apel selesai. Pemandangan ini jelas mencoreng wajah pelayanan publik. Di saat rakyat berharap mendapat pelayanan cepat, para pegawai malah memilih bersantai dan mengabaikan tugasnya.
Lebih ironis lagi, tidak tampak satu pun petugas Satpol PP yang mengingatkan atau menertibkan. Padahal, salah satu tugas Satpol PP adalah memastikan disiplin ASN dan menjaga marwah pemerintah daerah.
Pengamat sosial, Nazli alias Desnat, menilai fenomena ini mencerminkan rendahnya penghargaan pegawai terhadap pimpinan dan tanggung jawab mereka sendiri.
“Kalau sekadar pergi sarapan saya masih bisa mentoleransi. Tapi fakta yang saya lihat, mereka ini lebih dari satu jam di warung sambil ngobrol dan bercanda. Mereka jelas sekali tidak menghargai pemimpin mereka, tidak mendengarkan apa kata bupatinya yang mengharapkan pegawainya benar-benar menjadi pelayan masyarakat. Kalau jam segini masih di warung, kapan mereka maksimal melakukan pelayanan?” tegas Nazli.
Pertanyaan besarnya, untuk siapa sebenarnya mereka bekerja? Untuk rakyat atau hanya demi mengejar gaji bulanan? Dan Satpol PP — apakah mereka juga ikut keluyuran, atau sudah lupa tugas?
Kalau mental seperti ini terus dipelihara, jangan salahkan rakyat jika kepercayaan mereka pada birokrasi runtuh. Sudah saatnya disiplin tak hanya dijadikan slogan saat apel, tapi benar-benar dijalankan sepanjang jam kerja. Dan Satpol PP, jangan hanya jadi penonton. Tugas kalian bukan sekadar pakai seragam, tapi juga menertibkan. (eso)










