Daerah  

Muscab Ditunda: Kades Tebing Tinggi Tegaskan Mayoritas Ingin “Satu Kades Satu Suara”

MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Suasana dinamika di arena Musyawarah Cabang (Muscab) APDESI Kabupaten Batang Hari masih terasa kuat meski sidang diputuskan pending hingga sepekan ke depan. Aspirasi akar rumput terkait mekanisme pemilihan ketua kembali mengemuka, kali ini disampaikan secara terbuka oleh peserta Muscab dari Kecamatan Pemayung.

Seorang peserta Muscab yang juga Kepala Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Pemayung, Lucky Wijaya SH, dengan tegas menyuarakan dukungannya terhadap opsi satu kepala desa satu suara. Pernyataan tersebut disampaikan Lucky di arena Muscab dan terekam dalam suasana forum yang sebelumnya diwarnai perdebatan panjang soal hak suara.

“Saya yakin lebih dari 80 persen kepala desa menginginkan opsi satu kades satu suara,” tegas Lucky.
Menurutnya, aspirasi tersebut bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan kehendak mayoritas kepala desa yang berkembang sejak sebelum Muscab digelar. Ia menilai, dengan ditundanya Muscab hingga pekan depan, para kades justru memiliki ruang untuk semakin mematangkan sikap dan konsolidasi.

BACA JUGA  Truk BB Terguling, Macet Panjang di Jalur Bajubang

Pernyataan Lucky memperkuat rangkaian suara serupa yang sebelumnya disampaikan kepala desa dari empat DPK—Maro Sebo Ulu, Batin XXIV, Mersam, dan Pemayung—yang mendesak agar mekanisme pemilihan ketua APDESI mengacu pada prinsip partisipasi langsung seluruh kades.

Sebelumnya, PLT Sekretaris APDESI Kabupaten Batang Hari, Ridwan Suib, juga menyampaikan pandangan bahwa prinsip satu kades satu suara tidak bertentangan dengan AD/ART, sepanjang diputuskan secara sah dalam forum Muscab. Ridwan menegaskan bahwa tata tertib Muscab yang beredar masih bersifat draf dan seluruh pasal, termasuk soal hak suara, sah untuk dibahas dan diputuskan bersama.
Munculnya kembali penegasan dari peserta Muscab ini menandakan bahwa isu hak suara masih menjadi agenda sentral dalam Muscab lanjutan pekan depan.

BACA JUGA  Sertijab Kapolres Batang Hari Berlangsung Khidmat, Disambut Adat dan Pedang Pora

Terlebih, Muscab mendatang juga dipastikan akan membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua APDESI Kabupaten Batang Hari periode sebelumnya, yang dinilai turut menentukan arah dan legitimasi kepemimpinan organisasi ke depan.

Dengan semakin menguatnya suara mayoritas kepala desa, Muscab APDESI Kabupaten Batang Hari tidak hanya menjadi ajang memilih ketua baru, tetapi juga ujian nyata demokrasi internal organisasi kepala desa—apakah akan memberi ruang luas pada kehendak anggota, atau tetap bertahan pada mekanisme perwakilan struktural.

Redaksi SUARAKALANGAN.COM akan terus memantau perkembangan dan dinamika Muscab lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. (eso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP