Dari Batang Hari untuk Indonesia: Jejak Kebaikan Bupati Fadhil Arief dan BAZNAS di Panggung Nasional

Ketika Zakat Jadi Gerakan, Batang Hari Persembahkan Prestasi Membanggakan di BAZNAS Awards 2025

 

Di tengah hiruk pikuk pembangunan daerah, ada sebuah cerita yang mengalir tenang namun memberi arti besar bagi masyarakat Batang Hari: cerita tentang kepedulian, keikhlasan, dan komitmen menjadikan zakat sebagai kekuatan untuk kesejahteraan bersama.

Cerita itu kini mendapat panggung nasional. Pada ajang BAZNAS Awards 2025 yang akan digelar di Jakarta, Kabupaten Batang Hari tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi nantinya pulang membawa dua penghargaan prestisius:

Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, S.E, dianugerahi penghargaan kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.

BAZNAS Kabupaten Batang Hari meraih penghargaan pada kategori Program Promosi dan Iklan Terbaik.

Bagi masyarakat Batang Hari, sosok Muhammad Fadhil Arief bukan hanya seorang bupati, melainkan pemimpin yang menaruh perhatian pada aspek keumatan. Dukungan beliau terhadap gerakan zakat tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi juga nyata dalam memberi ruang agar zakat menjadi instrumen sosial yang mampu meringankan beban warga.

BACA JUGA  Fadhil dan Bakhtiar Ikuti Gladi Jelang Pelantikan

Penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat bukan sekadar simbol, tetapi cermin atas kepemimpinan yang menjadikan nilai agama sebagai pondasi pembangunan.

Di sisi lain, BAZNAS Kabupaten Batang Hari terus melahirkan inovasi dalam memperkenalkan zakat kepada masyarakat. Lewat program promosi dan kampanye yang kreatif, zakat tidak lagi dipandang sebatas kewajiban, melainkan sebagai gerakan sosial yang menyatukan.

Kemenangan dalam kategori Promosi dan Iklan Terbaik adalah bukti bahwa BAZNAS Batang Hari berhasil menyampaikan pesan kebaikan dengan cara yang sederhana, menyentuh, dan dekat dengan masyarakat.

 

Ketika nama Batang Hari diumumkan di panggung nasional, sesungguhnya yang dirayakan bukan hanya prestasi, tetapi juga nilai-nilai luhur di baliknya. Ada doa para mustahik yang terbantu, ada senyum anak-anak yatim yang mendapat beasiswa, ada rasa lega dari keluarga dhuafa yang mendapat uluran tangan.

BACA JUGA  Peta Politik Batang Hari Mulai Bergerak

Penghargaan ini adalah milik masyarakat Batang Hari, yang telah ikut serta dalam gerakan zakat dan menjadikannya bagian dari budaya gotong royong modern.

Capaian ini mengirim pesan kuat bahwa daerah tidak perlu menunggu besar untuk bisa memberi dampak. Dengan kepemimpinan yang amanah dan lembaga zakat yang inovatif, sebuah kabupaten bisa memberi teladan bagi Indonesia.

Dari Batang Hari, gema kebaikan ini berangkat. Dan semoga, seperti zakat yang terus mengalir manfaatnya, prestasi ini pun mengalir menjadi inspirasi bagi seluruh negeri.

Penghargaan ini bukan semata-mata prestasi seremonial, melainkan buah dari kerja nyata dan kepedulian. Di tangan Bupati Fadhil Arief, gerakan zakat di Batang Hari menemukan arah yang lebih kokoh, berpadu dengan peran BAZNAS yang selalu hadir di tengah masyarakat. Keduanya menjadi simbol bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang membawa manfaat bagi sesama. (eso pamenan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP