Puasa Ular dan Puasa Ulat: Pesan Ramadhan dari Masjid Al-Muwazaphin

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, jemaah Masjid Al-Muwazaphin bersama warga RT 09 dan sekitarnya mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Haryanto Al Fajri, ulama terkemuka di Kabupaten Batang Hari yang juga mengajar di Pondok Pesantren Zulhijjah, Muara Bulian.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Haryanto Al Fajri mengajak jemaah untuk memaknai Ramadhan bukan sekadar sebagai bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi sebagai kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan mengubah kualitas hidup. Aktivitas dan usaha duniawi hanyalah sarana, sementara Ramadhan adalah ladang amal yang nilainya sangat mahal di sisi Allah SWT.

Beliau menjelaskan secara rinci tentang niat berpuasa, hal-hal yang membatalkan puasa, amalan yang dianjurkan serta perbuatan yang sebaiknya dihindari selama bulan Ramadhan. Ustadz juga mengingatkan sejumlah kesalahan yang sering dilakukan umat, salah satunya saat berbuka puasa. Menurut beliau, ketika berbuka, cukup membaca bismillah dan mencicipi makanan terlebih dahulu, kemudian baru memanjatkan doa setelahnya.

BACA JUGA  Gotong Royong ...Warga RT 9 Rengas Condong Sambut 17 Agustus

Dalam penyampaiannya, Ustadz Haryanto Al Fajri mengutip makna hadits qudsi yang menyebutkan bahwa puasa adalah ibadah khusus milik Allah, dan Allah sendiri yang akan membalasnya. Karena itu, kualitas puasa tidak selalu tampak secara kasat mata, tetapi tercermin dari perubahan akhlak dan perilaku setelah Ramadhan.

Beliau mengibaratkan puasa dengan dua perumpamaan. Pertama, puasa seperti puasanya ular, yang hanya berganti kulit namun hakikatnya tetap sama. Ini menggambarkan puasa yang tidak membawa perubahan karena tidak dilandasi keikhlasan dan kesungguhan. Kedua, puasa seperti puasanya ulat, yang melalui proses diam dan sunyi, lalu berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Inilah puasa yang benar, puasa yang membentuk akhlak dan meningkatkan kualitas diri seorang muslim.

Sebagai persiapan menyambut Ramadhan, Ustadz juga menganjurkan jemaah untuk melaksanakan mandi taubat dan shalat taubat, sebagai bentuk pembersihan diri dan kesiapan hati dalam memasuki bulan penuh ampunan.

BACA JUGA  Bulian Jaya SP 4 Gerak Cepat Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Tausiyah ini berlangsung ba’da Magrib hingga menjelang waktu Isya, kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah.

Usai shalat, kebersamaan jemaah semakin terasa melalui kegiatan makan malam bersama antara warga RT 09 dan sekitarnya bersama jemaah Masjid Al-Muwazaphin. Kegiatan ini bukanlah acara dadakan. Sepekan sebelumnya, pengurus masjid telah menginformasikan kepada warga terkait rencana makan bersama tersebut.

Beberapa hari sebelum pelaksanaan, warga juga mendapatkan pembagian beberapa ekor ikan hasil panen dari kolam yang dikelola oleh masjid. Ikan-ikan tersebut kemudian diolah kembali oleh warga menjadi berbagai hidangan untuk disajikan pada malam kebersamaan. Dari warga, kembali untuk warga.

Selain olahan ikan, warga juga memperkaya hidangan dengan berbagai menu masakan lainnya yang dimasak secara mandiri di rumah masing-masing, lalu dikirimkan ke masjid. Warga bersama-sama menyiapkan dan menyajikan makanan untuk dinikmati bersama, mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

BACA JUGA  Wakil Ketua DPRD Batang Hari M Firdaus Dukung Program Koperasi Merah Putih

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana persiapan ibadah menjelang Ramadhan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. (eso pamenan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP