Kampung Laut adalah suatu wilayah atau kawasan yang terletak di Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kampung Laut merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang berada di ujung Sungai Berbak atau langsung berbatasan antara Sungai Batanghari dengan laut.
Dengan letak geografis yang hampir seluruhnya berada di bantaran sungai dan laut, terbentuklah perilaku kolektif masyarakatnya yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Profesi nelayan ini telah menjadi tradisi kultural masyarakat Kampung Laut sejak nenek moyang hingga sekarang.
Batas Wilayah Kampung Laut
- Sebelah utara berbatasan dengan Selat Berhala
- Sebelah selatan berbatasan dengan Kuala Jambi
- Sebelah timur merupakan perairan lepas sebagai jalur pelayaran lokal
Dapat disimpulkan bahwa Kampung Laut adalah kawasan pesisir yang berada di tepi sekaligus ujung Sungai Batanghari. Kawasan ini kaya akan sumber daya alam di sektor kelautan dan perikanan. Potensi yang sangat menonjol adalah sektor perikanan, di mana ikan menjadi salah satu spesies laut dengan kandungan protein tinggi.
Tidak banyak, atau hanya sebagian kecil kawasan di Provinsi Jambi yang memiliki pesisir berpenghuni dengan profesi utama sebagai nelayan. Mereka menjadi penangkap ikan untuk pemenuhan protein bagi masyarakat Tanjung Jabung Timur khususnya, dan Provinsi Jambi pada umumnya. Kampung Laut merupakan kawasan yang sangat penting dan berkelanjutan untuk dijadikan prioritas, karena selain memiliki local wisdom yang masih terjaga, kawasan ini juga menjadi penghasil protein utama. Protein inilah yang menjadi sumber pertumbuhan, perkembangan, serta kesehatan otak dan jantung manusia.
Lokal Wisdom dan Ketahanan Protein
Lokal wisdom masyarakat Kampung Laut tidak hanya menghasilkan ikan sebagai profesi, tetapi juga mendistribusikan protein hingga ke anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Hal ini turut mengantisipasi stunting pada ibu hamil dan anak-anak, sehingga tumbuh kembang mereka lebih sempurna karena kebutuhan protein terpenuhi.
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mempertahankan profesi nelayan lokal dengan memberikan infrastruktur yang memadai. Hal ini agar para nelayan tetap dapat berjuang dan bertahan sebagai pencari protein di kawasan pesisir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jambi.
Pemerintah Provinsi harus mulai fokus membangun infrastruktur pesisir, karena selain sebagai penghasil ikan dan komoditas laut berprotein tinggi, kawasan ini juga menyimpan banyak peluang ekonomi lain. Apalagi isu stunting kini menjadi isu strategis nasional, dan jawabannya sebagian besar ada di kawasan pesisir, sungai, dan laut.
Infrastruktur pesisir akan memengaruhi kapasitas produksi nelayan. Fasilitas yang memadai akan mempertahankan tradisi lokal sekaligus mendorong kreativitas nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan secara berkelanjutan (sustainable). Profesi nelayan pun bisa tetap diwariskan kepada generasi muda jika mereka merasa profesi ini relevan, menjanjikan, dan didukung oleh infrastruktur yang layak.
Hasil Laut, Sumber Protein dari Kampung Laut dan Tanjung Solok
- Ikan kembung
- Ikan sembilang
- Ikan pari
- Ikan kakap
- Ikan belanak
- Ikan bawal
- Udang gogo
- Udang kapur
- Udang belang
- Udang nenek
- Kepiting rajungan
- Ketam batu, dll.
- Sumbun
Semua komoditas laut di atas adalah sumber protein yang dihasilkan di wilayah pesisir. Kekayaan ini harus dipertahankan dan dikembangkan secara sustainable agar lokal wisdom pesisir terus hidup dan menjadi salah satu sentra ekonomi laut di Provinsi Jambi.
Penulis: Tengku Gilang Pramanda
Tokoh Pemuda Jambi










