Daerah  

Stunting Batang Hari Capai 18,4 Persen, Pemkab Gelar Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua 2026

MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM Pemerintah Kabupaten Batang Hari resmi menggelar Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua Tingkat Kabupaten Batang Hari Tahun 2026 sebagai langkah strategis menekan angka stunting dan masalah gizi pada anak usia di bawah lima tahun (balita).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, Akmaluddin SH, dalam laporannya menyebutkan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Batang Hari masih tergolong tinggi, yakni mencapai 18,4 persen. Angka tersebut bahkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain stunting, permasalahan gizi pada balita juga didominasi oleh kondisi underweight sebesar 17,1 persen dan wasting sebesar 8,6 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kualitas tumbuh kembang anak.

“Oleh karena itu, diperlukan pemantauan pertumbuhan balita setiap bulan dengan tingkat kehadiran minimal 80 persen, serta pemantauan perkembangan minimal dua kali dalam setahun,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan.

BACA JUGA  Kejaksaan Perluas Pemeriksaan Website Desa, Kades yang Tak Ikut Proyek Ikut Dipanggil

Ia menjelaskan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di posyandu menjadi bagian dari strategi utama penurunan stunting, yang dilanjutkan dengan edukasi kepada ibu balita atau pengasuh terkait pemberian makan bayi dan anak (PMBA), stimulasi perkembangan, serta pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan Gebyar Anak dan Orang Tua, pemerintah daerah juga mendorong partisipasi lintas sektor dan dunia usaha dalam upaya perbaikan gizi balita. Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah tersedianya data terintegrasi, meliputi data stunting, PAUD, kesehatan ibu dan anak (KIA), kepesertaan BPJS, keluarga berencana, hingga mata pencaharian keluarga.

“Data tersebut akan menjadi pedoman bagi Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam melakukan intervensi program dan kegiatan selanjutnya,” ujarnya.

Selain pendataan, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai layanan langsung kepada masyarakat, seperti penimbangan dan pengukuran balita, imunisasi dasar lengkap, pemeriksaan ibu hamil, skrining penyakit TBC paru, pendataan kartu identitas anak (KIA), serta pembagian makanan tambahan dan penyuluhan kesehatan.

BACA JUGA  TMMD ke-127 Hadir di Petajen: Bangun Jalan, Rehab RTLH, hingga Sumur Bor

Pelaksanaan Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 19 hingga 24 Januari 2026, dan digelar serentak di delapan kecamatan, serta menjangkau seluruh 307 posyandu yang ada di Kabupaten Batang Hari. Kegiatan ini didukung melalui pendanaan CSR Bank Jambi Tahun 2026.

Sementara itu, Bupati Batang Hari, Fadhil Arief, dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan stunting tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi, melainkan rendahnya literasi dan pola asuh anak.

“Saat stunting naik, pendapatan masyarakat justru meningkat. Artinya, masalahnya bukan ekonomi, tapi pengetahuan dan cara kita membina anak,” tegas Bupati.

Menurut Bupati, melalui pendataan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, pemerintah daerah ingin memastikan setiap anak Batang Hari tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua Tingkat Kabupaten Batang Hari Tahun 2026, yang dibuka langsung oleh Bupati Batang Hari di Gedung Sekolah Guna Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. (eso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP