Bupati Batanghari Kukuhkan Tenaga Kerja Konstruksi Batanghari
SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN – Senin (25/11/2024) pukul 11.10 Wib, Bupati Batanghari, Mhd Fadhil Arief tiba di serambi rumah dinas Bupati Batanghari, untuk menghadiri pengukuhan tenaga kerja konstruksi (Astekksi) tingkat terampil Kabupaten Batanghari.
Pengukuhan ini sekaligus penyerahan sertifikat kompetensi tenaga kerja konstruksi (TKK) tahun 2024.
Di hari pertama kerja seusai cuti kampanye, pengukuhan ASTEKKSI ini adalah kegiatan ketiga Fadhil Arief selaku Bupati Batanghari. Sebelum sampai di serambi rumah dinas, Fadhil Arief menghadiri acara KPUD Batanghari, melepas secara simbolis armada logistik Pilkada serentak 2024, dan pada paginya sebagai pembina apel pegawai di halaman Kantor Bupati Batanghari.
Gunawan, Ketua ASTEKKSI Kabupaten Batanghari mengharapkan kehadiran pemerintah terkait keberadaan ASTEKKSI di Kabupaten Batanghari. “Bapak bupati, jangan tinggalkan kami, bantu kami untuk terus meningkatkan kompetensi kami, agar menjadi pekerja konstruksi yang profesional,” ungkap Gunawan.
Sementara itu Kepala Dinas PUTR Kabupaten Batanghari, Ajrisa Windra dalam sambutannya mengharapkan kedepan proses pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batanghari dibangun oleh orang-orang Batanghari. “Pekerja Batanghari, adalah orang-orang Batanghari yang mampu berkarya dan bersaing dengan daerah lain. Karena itu, ASTEKKSI menjadi wadah bersama membangun Kabupaten Batanghari kedepan,” ungkap Ajrisa.
Bupati Batanghari selaku pembina ASTEKKSI, mensupport keberadaan organisasi pekerja konstruksi di Kabupaten Batanghari. “ASTEKKSI diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pekerja konstruksi. Bapak ibu, tukang di mata masyarakat semua bisa. Tukang harus ada spesifikasi, dengan adanya wadah organisasi ini, tukang akan terus mendapatkan peningkatan keterampilan, sehingga menjadi tukang spesialis,” ungkap Fadhil Arief.
Fadhil Arief sempat menyentil perilaku buruk tukang di mata masyarakat. “Bapak ibu semua, dengan adanya peningkatan kemampuan, kedepan Batanghari memiliki semua jenis spesifikasi tukang. Ada tukang spesifik kayu, spesialis mengerjakan keramik, dan sebagainya.
“Tukang jangan lagi pakai “ilmu gantung”. Sudah tegak kunsen, tapi belum dikunci, pasang kayu kaso tapi genteng dak dipasang. Belum lagi soal tukang kito ni yang leko dengan hari. Datang pagi lah, buat kopi dulu, sarapan, ngerokok, baru nak kerjo hari lah siang,” ucap Fadhil berkelakar.
Bupati juga memiliki Kadis PUTR menyiapkan pelatihan tukang dalam hal penyiapan pekerjaan, sehingga mampu menghitung biaya, untuk menghindari kerugian kerja setelah kesepakatan atau kontrak dengan konsumen. “Tingkatkan etos kerja, sehingga tukang kita mampu bersaing dengan eksodus pekerja dari luar,” imbuh bupati. (eso)










