“Kritik bukan ancaman, tapi tanda kepedulian. Pemimpin sejati adalah mereka yang berlapang dada mendengarkan kritik, lalu memperbaiki diri.”
— Suqron Zazilah, Kades Ladang Peris
SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN – Menjadi pemimpin bukan perkara mudah. Kepala Desa Ladang Peris, Rahmadi Suqron Zazilah, S.Sos., MM, percaya bahwa seorang pemimpin sejati justru diuji dari kesediaannya mendengar kritik.
“Kritik itu penting. Kalau ada yang mengkritik, artinya mereka peduli dan sayang. Dari situlah kami bisa memperbaiki kebijakan agar lebih baik lagi,” ujarnya dengan tenang.
Suqron bahkan mengingatkan teladan Khalifah Umar bin Khattab yang selalu menyambut kritik dengan lapang dada. Bagi Suqron, itulah cerminan kekuatan pemimpin: bukan pada amarah, melainkan pada kebesaran hati.
Ia berharap perjalanan kepemimpinannya di Desa Ladang Peris bisa terus diiringi doa, dukungan masyarakat, dan peran media. “Kami hanya ingin roda pemerintahan desa berjalan sesuai harapan. Dukungan dari masyarakat dan media menjadi semangat agar tidak salah langkah,” ucapnya penuh harap. (eso)










