SUARAKALANGAN.COM, MUARA BULIAN – Saat ini warga Jambi lagi menyoroti aktivitas tongkang angkutan batubara yang yang ada di Jambi.
Terlebih baru-baru ini tongkang pengangkut batubara menabrak fender juga safety jembatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari dan jembatan Aurduri .
Sebagaimana diketahui tongkang batubara yang kerap melintas melalui jalur sungai, hingga dua kali menabrak tiang safety penyanggah utama jembatan Muara Tembesi.
Pascaditabrak tongkang angkutan batubara , hingga sampai saat ini tak kunjung ada kejelasan untuk diperbaiki.
Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Batanghari, Ilhamuddin angkat bicara dan meminta ketegasan Gubernur Jambi segera menindaklanjutinya.
Terkait insiden tersebut , keeresahan warga Muara Tembesi dengan kondisi jembatan penghubung jalan lintas nasional yang ditabrak dua kali oleh tongkang pengangkut batubara.
Sejauh ini belum adanya tindakan tegas penyidikan dari aparat penegak hukum maupun pemerintah provinsi Jambi.
Ilhamuddin Wakil ketua DPRD Batanghari, menyayangkan aset nasional yang seharusnya dijaga bersama untuk kemaslahatan warga Batanghari dan semua warga.
Selain itu saat melintas di jembatan tersebut turut merasakan goyah bila dilintasi kendaraan bermuatan tinggi. Sehingga menghawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Itu jembatan Tembesi merupakan aset negara yang harus bersama dijaga, kita harap pemangku kepentingan harus tegas terhadap pengusaha tambang batubara,” tegas Ilhamuddin.
Ilhamuddin juta mengatakan, sebelum adanya tindakan massif yang bergerak secara spontan dari warga muara Tembesi.
“Bila tidak segera ditindaklanjuti, kita hawatir jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, kita minta pemangku kepentingan jangan menunggu rusak parah baru bertindak” tegasnya, Rabu (15/5/2024.
Ilhamuddin tidak setuju bila adanya penyetopan ponton batubara melintas dari jalur sungai, karena ini merupakan solusi untuk menghindari kemacetan jalan lintas nasional.
“Kalau kita setop rasanya tidak pas, karena jalur sungai sudah efektif, hanya kita minta pertanggung jawaban pengusaha tambang untuk bertanggung jawab perbaikinya,”pungkasnya. (eso)










