MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Usaha madu lokal FIRDAUS Honey terus menunjukkan perkembangan positif sejak dirintis pada tahun 2022. Usaha ini didirikan oleh M. Nuryadin, dengan lokasi budidaya lebah madu berada di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
FIRDAUS Honey memproduksi madu murni dari hasil ternak koloni lebah Apis Mellifera, Trigona, serta lebah hutan Apis Dorsata. Koloni lebah tersebut dikembangkan di kawasan perkebunan dan hutan yang kaya sumber pakan alami seperti Akasia, Sawit, Pinang, dan Eucalyptus, sehingga menghasilkan madu dengan cita rasa dan aroma khas alami.
“Alhamdulillah, dari usaha yang kami kelola secara mandiri, saat ini rata-rata penjualan madu mencapai sekitar 27 kilogram per bulan,” ujar M. Nuryadin seraya menegaskan omsetnya dalam sembilan bulan terakhir ini.
Meski lokasi budidaya berada di Tanjung Jabung Timur, pemasaran produk FIRDAUS Honey dilakukan langsung oleh owner dari Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, sehingga distribusi produk dapat menjangkau konsumen lebih luas.
Madu Murni FIRDAUS Honey memiliki komposisi 100 persen madu asli, tanpa campuran bahan lain. Produk ini dipercaya bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Dalam ajaran Islam, madu juga disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits sebagai minuman yang memiliki khasiat penyembuhan.
Saat ini, FIRDAUS Honey dipasarkan dalam dua pilihan kemasan, yakni 250 mL dan 500 mL, dengan harga terjangkau. Produk dapat dipesan dan dikirim ke seluruh wilayah Indonesia melalui jasa ekspedisi.
Dengan mengedepankan kualitas, kemurnian produk, dan pengelolaan mandiri, FIRDAUS Honey diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu produk unggulan madu lokal Provinsi Jambi. (eso)










