MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Rektor Universitas Islam Batang Hari (Unisba), Dr. Ansori, menggunakan analogi tukang potong karet untuk menggambarkan kompleksitas kepemimpinan kampus.
Analogi tersebut disampaikannya dalam agenda silaturahmi antara Yayasan Pendidikan Islam (YPI) dan rektorat Unisba. Melalui perumpamaan itu, ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus memahami batas dalam mengambil keputusan.
Terlalu keras dalam bertindak dapat merusak tatanan yang ada, sementara terlalu ragu dapat menghambat hasil dan arah institusi. Oleh karena itu, kepemimpinan membutuhkan ketepatan, kehati-hatian, dan keberanian yang seimbang.
Dr. Ansori menempatkan posisi rektor sebagai pemegang amanah yang bekerja berdasarkan mandat yayasan. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan kampus berada dalam ruang evaluasi kelembagaan demi menjaga kesehatan organisasi. (eso)










