MUARA BULIAN, SUARAKALANGAN.COM – Warga RT 09 RW 02 Kelurahan Rengas Condong bersama jemaah Masjid Almuwazzaphin melaksanakan penyembelihan hewan qurban dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong, Selasa (27/5/2026). Pada Idul Adha tahun ini, warga menyembelih dua ekor sapi dan satu ekor kambing qurban.
Sejak pagi hari, suasana di lokasi penyembelihan tampak ramai namun penuh keakraban. Di bawah tenda sederhana yang berdiri di depan rumah salah seorang tokoh masyarakat setempat, Bang Madi, warga bahu membahu menjalankan tugas masing-masing tanpa dibentuk panitia khusus.
Sebagian warga membantu proses penyembelihan dan pemotongan daging, sebagian lainnya menimbang dan menyiapkan pembagian. Di sudut lain, para ibu-ibu juga sibuk meracik bumbu dan menyiapkan hidangan untuk makan bersama usai seluruh proses selesai.
Ustadz Marzani dipercaya sebagai penyembelih hewan qurban. Sementara itu, warga yang berqurban tampak menyaksikan langsung prosesi penyembelihan dengan khidmat. Momen tersebut juga menjadi perhatian anak-anak yang berkerumun menyaksikan kegiatan tahunan itu dengan antusias.
Tak hanya menjadi ibadah tahunan, kegiatan qurban di lingkungan RT 09 juga menjadi ajang silaturahmi dan kumpul bersama warga. Banyak warga yang sengaja meluangkan waktu untuk hadir, membantu, sekaligus bercengkerama dengan tetangga yang jarang bertemu sehari-hari.
Ketua RT 09, Indra, mengatakan tradisi gotong royong tanpa panitia khusus ini sudah berlangsung setiap tahun dan menjadi ciri khas kebersamaan warga di lingkungannya.
“Alhamdulillah, warga kompak dan setiap tahun bergotong royong tanpa ada panitia. Semua ambil peran sesuai kemampuan masing-masing, dan kita selalu bersyukur atas berkah yang Allah berikan kepada kita semua,” ujar sosok yang akrab disapa Pak Guru Indra.
Menurutnya, kebersamaan seperti inilah yang terus dijaga agar nilai kekeluargaan antarwarga tetap kuat di tengah kehidupan masyarakat.
Usai proses pemotongan dan distribusi daging selesai, warga direncanakan makan bersama di lokasi. Rumah Bang Madi pun kembali menjadi pusat kebersamaan, tempat warga berkumpul menikmati hidangan hasil masakan ibu-ibu yang sejak pagi ikut bergotong royong menyiapkan bumbu dan konsumsi.
“Nanti kita semua makan bersama di sini setelah semua daging siap didistribusikan,” tutup Indra. (eso)








